Disparbudpora Wanti-wanti Stres dan Penyakit Magh Anggota Paskibraka Pelalawan Riau

Satu pekan 33 Anggota Paskibraka Pelalawan menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) sejak dimulai pada Senin.

Disparbudpora Wanti-wanti Stres dan Penyakit Magh Anggota Paskibraka Pelalawan Riau
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Wakil Bupati Pelalawan Zardewan MM memberikan pengarahan kepada 33 anggota Paskibraka saat pembukaan Diklat di GOR Tengku Pangeran, Senin (29/7/2019) lalu. 

Disparbudpora Wanti-wanti Stres dan Penyakit Magh Anggota Paskibraka Pelalawan Riau

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Satu pekan 33 Anggota Paskibraka Pelalawan menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) sejak dimulai pada Senin (29/7/2019) pekan lalu.

Peserta telah menjalani masa karantina di GOR Tengku Pangeran.

Para calon anggota Paskibraka mempersiapkan diri secara fisik maupun mental dalam menaikkan dan menurunkan bendara pada HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pelalawan Andi Yuliandri, sampai saat ini belum ada kendala dalam proses Diklat dan karantina yang dijalani 33 anggota Paskibraka yang dijadwalkan selama 20 hari.

Baca: Lucinta Luna Bersyukur Tak Jadi Duet dengan Barbie Kumalasari, Masih Bagusan Suara Pembantu Gue

Pihaknya tetap mengantisipasi gangguan kesehatan yang kerap mengancam para peserta yang dikarantina, ditambah lagi dengan latihan fisik dan mental secara maraton.

"Biasanya penyakit yang timbul masalah lambung seperti magh. Ada juga kelelahan fisik hingga stres," ungkap Andi Yuliandri kepada tribunpelalawan.com, Minggu (4/8/2019).

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Andi, pihaknya telah menyiapkan klinik kesehatan di GOR sebagai lokasi karantina.

Di dalam klinik disiagakan obat-obatan, peralatan medis, serta para medis seperti perawat maupun dokter.

Jika terjadi sesuatu yang mengganggu kesehatan ataupun insiden saat latihan, bisa diberikan pertolongan pertama.

Para peserta akan mengikuti materi teori seputar masalah narkoba, kesehatan, wawasan kebangsaan, ideologi, dan kenakalan remaja.

Baca: Seharusnya Tak Boleh Mencuci 5 Bahan Makanan Sebelum Dimasak Jika Tak Mau Rusak

Selain itu latihan fisik di lapangan dan baris berbaris sebagai latihan dasar untuk formasi pengibaran dan penuruan bendera.

"Kita selalu melakukan kontrol dan pengawasan rutin ke lokasi karantina. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Tujuan kita proses pengibaran dan penurunan bendera nanti berjalan suskes," (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung).

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved