Breaking News:

Harga Cabe Merah di Batam Semakin Pedas, Sekilo Mencapai Rp82 Ribu

Tingginya harga cabe merah dan cabe rawit menjadi sumber inflasi di Kota Batam. Selain itu, harga tiket pesawat ikut berkontribusi.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Harga cabe merah di Batam terus melambung tinggi dan menjadi sumber utama inflasi Kota Batam. Saat ini, cabe merah dipasarkan seharga Rp82 ribu per kilogram. 

tribunpekanbaru.com - Harga cabe merah di pasar tradisional Mega Legenda Batam Center masih tinggi. Rata-rata per kilogram dijual dengan harga Rp76 ribu hingga Rp82 ribu. Bahkan cabe setan dijual dari harga Rp90 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Pedagang Pasar Mega Legenda, Wiwit, mengatakan, dirinya sudah menjual cabe merah di atas harga Rp80 ribu sejak sebulan terakhir. Ia mengaku sejak Hari Raya Idul Fitiri lalu penurunan harga cabe tidak signifikan.

"Lewat Lebaran Idul Fitri kemarin harga sempat turun, tapi hanya sampai Rp60 ribu saja," ujarnya kepada Tribun Batam, Minggu (4/8).

Sedangkan cabe setan ia menjual dengan harga Rp105 ribu per kilogramnya. Harga yang tinggi membuat dia terpaksa harus mengurangi pembelian kepada distributor. "Biasa saya beli 5 sampai 7 kilogram per hari. Sekarang 3 kilo aja syukur kalau laku. Dengar harganya aja orang udah seram," katanya.

Pedagang lainnya, Anton, menjual cabe merah dengan harga Rp76 ribu per kilogramnya. Ia mengaku mengambil pasokan cabe dari Medan. "Biasanya kita ambil dari Mataram. Karena Medan lebih murah sedikit, makanya memilih mengambil cabe dari Medan," katanya menjelaskan.

Dari segi tekstur, cabe merah asal Mataram lebih besar jika dibandingkan dengan cabe asal Medan. Hanya saja dari segi harga, juga sedikit berbeda. "Cabe Medan memang lebih kecil-kecil memang," tuturnya.

Ia mengaku tak mengetahui pasti alasan melonjaknya harga cabe tersebut. Pasalnya dari wilayah penghasil juga sudah mengalami kenaikkan. "Katanya di Medan dan Jawa juga di sana udah mahal," tuturnya.

Sumber Inflasi
Sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri menuturkan, peningkatan harga kelompok bahan makanan ini telah menjadi sumber inflasi Kepri pada Juli 2019. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi 1,47 persen (mtm) dengan andil 0,34 persen (mtm).

Meski begitu, jika di banding bulan sebelumnya angka ini masih lebih rendah. Karena inflasi pada Juni tercatat 2,85 persen (mtm) dan andil 0,64 persen (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi di kelompok ini pada Juli adalah cabe merah dan cabai rawit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved