Padamkan Karhutla di Inhil, Mesin Pompa Air Sempat Kehabisan Bahan Bakar

Tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Inhil.

Padamkan Karhutla di Inhil, Mesin Pompa Air Sempat Kehabisan Bahan Bakar
tribun pekanbaru
Petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman di lahan yang terbakar di beberapa titik di Kabupaten Inhil. Petugas gabungan di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, sempat kehabisan bahan bakar pompa air. 

tribunpekanbaru.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terus terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Satgas Karhutla dan pihak–pihak terkait bersama warga, terus berjibaku memadamkan api yang merambat ke kebun kelapa masyarakat.

Seperti terjadi di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Sabtu (3/8) lalu, saat Bhabinkamtibmas setempat, Brigadir Ilfa Ratno, berjibaku memadamkan api bersama Perangkat Desa (Pemdes) dan masyarakat.

Pemadaman itu dipimpin Kapolsek Gaung Iptu Hendri Berson beserta 4 anggota Polsek, diikuti Babinsa, anggota TNI, serta aparatur kecamatan yang turut membantu memadamkan api yang sudah terpantau sejak 2 Agustus 2019 lalu.

Ilfa Ratno menuturkan, untuk sementara beberapa titik api bisa di padamkan, namun mesin pompa air kehabisan bahan bakar. “Terpaksa pemadaman dihentikan sampai bahan bakar tiba dari kantor desa,” ungkap Ilfa di kediaman Kades Lahang Hulu.

Kapolsek Gaung, Iptu Hendri Berson menuturkan, titik panas yang terpantau satelit pada Jumat (2/8) lalu di Kecamatan Gaung, sudah ditangani dengan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan.

Beberapa titik api yang terpantau di antaranya berada di PT SAL Blok S 40 41 Afdeling 2 PT SAL dengan luas 20 Ha, Desa Belantaraya seluas 3 Ha (pemilik kebun belum diketahui), di Parit Setia Budi Ujung Desa Simpang Gaung seluas 2 Ha (pemilik kebun belum diketahui), Parit Karya 1 Desa Simpang Gaung 15 Ha, PT SAL Desa Belantaraya 15 Ha, Parit Sungai Keli Desa Simpang Gaung 2,5 Ha (pemilik kebun belum diketahui), Parit 10 Desa Simpang Gaung 2 Ha (kebun milik Imik 43 tahun), Parit Kubur Desa Simpang Gaung 2 Ha (milik Herman 45 tahun).

“Upaya yang telah dilakukan, melaksanakan pemadaman dibantu RPK milik PT SAL, PT GIN, PT MSK, dengan alat pemadam mesin robin 8 unit, boat pemadam 4 unit, alat berat 1 unit, cangkul 10 buah, serta parang 10 buah dari petani tempatan. Upaya pemadaman sekaligus untuk mencegah agar titik api tidak meluas,” kata Hendri Berson.

Dia menuturkan, pihaknya kesulitan memadamkan api karena berada di tanah gambut dan semak belukar, membuat api cepat merambat ke kebun petani setempat.

"Tanah gambut tebal kedalaman 3 meter, dan tanah dalam keadaan kering disertai angin akibat musim kemarau bulan ini. Angin kencang dan panas dengan suhu 34 derajat sehingga api cepat menjalar ke perkebunan kelapa warga. Saat ini belum dapat dipadamkan secara keseluruhan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved