Pemkab Tanah Datar, Sumbar, Ancam Penjarakan Warga yang Sembelih Sapi Betina

Pemkab Tanah Datar berupaya menjaga populasi ternak di wilayahnya, dengan melarang warga menyembelih sapi betina yang produktif.

Pemkab Tanah Datar, Sumbar, Ancam Penjarakan Warga yang Sembelih Sapi Betina
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pemkab Tanah Datar, Sumbar, mengancam mempidanakan warga yang menyembelih sapi betina produktif saat Idul Adha. Tindakan ini untuk tetap menjaga populasi hewan ternak di Tanah Datar. 

tribunpekanbaru.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatra Barat, akan memberlakukan sanksi pidana bagi masyarakat yang melakukan penyembelihan sapi betina produktif. Sanksi tersebut demi melindungi indukan dan populasi sapi betina di daerah itu.

"Kita akan memberikan sanksi berupa kurungan pidana dan denda berupa uang kepada warga yang memotong hewan ternak betina produktif tanpa izin dari pihak terkait," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Datar, Varia Warvis, Sabtu (3/8) lalu.

Ia mengatakan, hal itu dilakukan untuk melindungi populasi hewan betina produktif meliputi sapi, kerbau, domba, dan kambing. Ia mengaku, untuk mengantisipasi pemotongan itu, pemda setempat telah bekerja sama dengan Polres Tanah Datar dan Padang Panjang, dengan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi itu disampaikan kepada seluruh pedagang ternak dan pembeli hewan kurban di setiap pasar ternak. Ada juga surat imbauan yang dikirimkan hingga ke nagari-nagari.

"Kami melibatkan dua jajaran Polres karena sebagian wilayah kerja Tanah Datar masuk ke dalam wilayah kerja Padang Panjang," katanya.

Ditambahkan, pemberian sanksi pidana bagi penyembelih ternak ruminansia (pemamah biak) telah diatur di dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dengan kurungan pidana maksimal lima bulan. Ternak ruminansia yang boleh dipotong adalah ternak-ternak yang dinyatakan mandul.

Hal tersebut dibuktikan dengan surat keterangan status reproduksi dari dokter hewan, ternak sakit berat, dan untuk kepentingan semisal penelitian.

"Jangan sampai niat kita awalnya beribadah tapi berujung kepada pidana. Untuk berkurban kita juga harus mematuhi undang-undangnya," ujar Warvis.

Ia mengatakan, untuk jumlah hewan kurban di Kabupaten Tanah Datar yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha 1440 Hijriah tahun ini diperkirakan mencapai 4.000 ekor. Sementara populasi ternak sapi di Tanah Datar saat ini hanya sekitar 25 ribu ekor, dan populasi ternak kerbau sekitar 5.000 ekor. (rin/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved