Berita Riau

Api Muncul Berpindah-pindah, Tim Fokus Padamkan 8 Titik Karhutla di TNTN Pelalawan Riau

Areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan masih terbakar hingga Senin (5/8/2019).Tim masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan.

Api Muncul Berpindah-pindah, Tim Fokus Padamkan 8 Titik Karhutla di TNTN Pelalawan Riau
istimewa
Tim gabungan rayon kecamatan melakukan pemantauan dan pemadaman api Karhutla yang ada di Taman Nasional Tesso Nilo, Minggu (4/8/2019). 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan masih terbakar hingga Senin (5/8/2019).

Tim rayon Kecamatan Ukui dan Pangkalan Kuras masih melakukan upaya pemadaman api karhutla yang lokasinya menyebar.

"Terhitung sudah 10 hari karhutla di TNTN. Informasi terakhir ada 8 titik yang menyebar di kawasan itu," terang Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio.

Api yang terdeteksi di kawasan hutan lindung itu sebenarnya berpindah-pindah dan tidak terpusat di satu titik saja. Jika titik sebelumnya sudah berhasil dipadamkan, titik api lain muncul di lokasi lain dan begitulah seterusnya.

Pasalnya, lahan di TNTN merupakan tanah mineral yang apinya tidak bertahan layaknya di lahan gambut. Apabila bahan bakar yang di bagian atas habis api akan padam, apalagi dengan upaya penyiraman tentu lebih cepat lagi.

Di Bagan Limau ada enam titik ditambah dengan Bukit Kesuma ada dua titik. Sesuai dengan SOP tim satgas, penanganan di TNTN dikonsentrasikan oleh personel rayon kedua kecamatan. Jika dibutuhkan personel tambahan, pihaknya siap menurunkan pasukan gabungan.

"Satu unit heli water bombing juga ikut membantu, karena air cukup sulit didapatkan," tambahnya.

Hadi menambahkan, titik api yang berada di areal Batin Bedagu Kelurahan Langgam dan Desa Penarikan, Kecamatan Langgam berangsur bisa diatasi, tinggal pendinginan.

"Untuk lahan di Bedagu Langgam dan Desa Penarikan sebagian besar telah padam, sekarang pendinginan. Ada titik api sedikit lagi yang sedang ditangani," tuturnya.

Api yang belum terpadamkan itu berada jauh ke dalam hutan. Sehingga sulit dijangkau oleh tim operasi darat baik menggunakan transportasi maupun berjalan kaki.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved