Berita Riau

Baru Buka Tiga Hari Raup Rp 3 Juta, Tawarkan Landscape Sawah di Desa Rokan Koto Ruang, Rohul Riau

Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto menawarkan objek wisata landscape hamparan pematang sawah yang luas

Baru Buka Tiga Hari Raup Rp 3 Juta, Tawarkan Landscape Sawah di Desa Rokan Koto Ruang, Rohul Riau
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Obyek wisata sawah Desa Rokan Koto Ruang,Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul, Riau. 

PASIRPANGARAIAN, TRIBUN - Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto menawarkan objek wisata landscape hamparan pematang sawah yang luas, yang diklaim pertama di Provinsi Riau, dan kedua di Indonesia.

Kepala Desa Rokan Koto Ruang, Alex Susanto mengatakan, obyek wisata sawah dibuat menggunakan bantuan Dana Desa 2019 sebesar Rp 155.672.000.

Sawah Koto di Desa Rokan Koto Ruang, terinspirasi dari obyek wisata sawah di Dusun Sukorame, Mangunan, Dlingo Bantul, DI Yogyakarta yang lebih dulu viral.

Pengunjung tak perlu turun ke sawah atau terkena lumpur, sebab di obyek wisata sawah Desa Rokan Koto Ruang dibangun jembatan kayu panjang di atas hamparan persawahan seluas 3 hektare yang merupakan tanah milik keturunan Raja Rokan.

Pengunjung yang datang ke obyek wisata ini bisa bebas berjalan, serta selfie di tengah-tengah pematang sawah yang hijau, tanpa takut terjatuh atau mandi lumpur.

"Bedanya, kalau wisata sawah di Sukorame Bantul jembatannya pakai bambu. Sedangkan di Sawah Koto Desa Rokan Koto Ruang sudah pakai kayu," kata Alex, Selasa (6/8/2019).

TANAH RAJA Jadi? Obyek Wisata Sawah, Pertama di Riau, Tawarkan Landscape Hamparan Sawah yang Luas
Obyek wisata sawah pertama di Riau, tawarkan landscape hamparan sawah yang luas (Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra)

Disebutkannya, setelah acara syukuran Kamis (1/8/2019), sehari kemudian Jumat (2/8/2019), obyek wisata Sawah Koto mulai dibuka untuk umum dan ramai pengunjung.

"Baru tiga hari dibuka, Pemdes Rokan Koto Ruang meraup pendapatan sekitar Rp3 juta," sebutnya.

Alex mengatakan, selain menawarkan hamparan persawahan, Pemdes Koto Ruang nantinya juga akan membangun rumah makan khusus ikan bakar di dekat areal persawahan serta lapak jualan.

"Ya, semacam wisata kulinerlah nanti disiapkan," ucap Alex.

Saat ini pihaknya sedang kesulitan air untuk areal persawahan, karena irigasi setempat sedang terjadi pendangkalan.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved