BPBD Inhil Sebut Karhutla Tahun Ini Rekor, Lebih Luar Biasa

Daerah yang tahun-tahun sebelumnya tidak terjamah karhutla, tahun ini ikut membara dan menimbulkan kabut asap.

BPBD Inhil Sebut Karhutla Tahun Ini Rekor, Lebih Luar Biasa
tribun pekanbaru
Helikopter bom air mulai dikerahkan umtuk turut memadamkan karhutla di wilayah Kabupaten Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Selasa (6/8) pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali turun ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dipimpin Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, Yuspik SH, tim ini melakukan pemadaman di tiga titik lokasi, antara lain Desa Lahang Hulu Kecamatan Gaung, Desa Mumpa Kecamatan Tempuling, dan Desa Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaka.

“Jumlah personel yang diturunkan 35 orang dengan dukungan dua unit mobil dan 12 unit motor tracker,” ujar Yuspik.

Selain itu, peralatan yang dibawa antara lain mesin sibaura dua unit, mesin apung 4 unit, mesin jinjing 6 unit, selang beragam ukuran, serta nozle beragam ukuran.

Yuspik menuturkan, khusus untuk penanganan karhutla di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, personel TRC sudah berada di lokasi tersebut selama lebih kurang satu minggu.

“Kita tidak pulang dan hanya berganti shif saja, mengingat kondisi karhutlanya. Setelah dua hari tim diganti lagi, sesuai batas daya tahan sekaligus menjaga kesehatan personel di lapangan,” tuturnya.

Dikatakan, karhutla yang terjadi di Kabupaten Inhil pada tahun ini lebih masif dari tahun sebelumnya, jika dilihat dari titip panas dan titik api yang muncul.

“Pokoknya tahun ini rekor, luar biasa. Daerah yang biasanya aman dari karhutla, tahun ini tidak, seperti di Kecamatan Benteng. Kita pantau terus dan bekerja terus,” ucapnya.

Satu unit helikopter bom air juga telah mulai beroperasi untuk memadamkan karhutla di wilayah Inhil. Heli ini berasal dari bantuan Provinsi Riau yang disiagakan di Bandara Japura, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu).

“Kita minta helikopternya dari Japura saja, biar dekat. Kalau water bombing diturunkan dari Pekanbaru tentu saja tidak efektif,” ucap Yuspik lagi. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved