Berita Riau

ISPA Serang 519 Orang, Penyakit Akibat Asap Karhutla Ancam Warga Siak, Riau

Sebanyak 519 warga Kabupaten Siak terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sepanjang Juli-Agustus 2019.

ISPA Serang 519 Orang, Penyakit Akibat Asap Karhutla Ancam Warga Siak, Riau
istimewa
Tim Damkar BPBD Siak berjibaku memadamkan api di tengah kabut asap lahan terbakar, Minggu (4/8/2019) di Siberuk, Kecamatan Dayun, Siak.Penyakit akibat kabut asap mulai serang warga Siak. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tampak pekat di Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Rabu (7/8/2019).

Akibatnya, sebanyak 519 warga Kabupaten Siak terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sepanjang Juli-Agustus 2019.

"Sebagian besar memang akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Siak R Tonny Chandra.

Selama Agustus 2019 ini saja, sudah 124 warga terpapar ISPA. Data itu dari 14 kecamatan se Kabupaten Siak. Sedangkan pada Juli lalu yang terpapar ISPA sebanyak 395 orang.

"Jadi keseluruhannya pada Juli dan Agustus sebanyak 519 orang. Kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap diperkirakan sudah terjadi sejak Juli lalu di Kabupaten Siak," tambah dia.

Selain ISPA, selama Juli-Agustus ini sejumlah warga Siak juga terserang penyakit lain akibat kabut asap.

Penyakit itu antara lain pneumonia, penyakit pernafasan yang menyerang balita 4 orang, asma 13 orang, iritasi kulit dan mata masing-masing 21 dan 116 orang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tonny mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 21.400 masker.

Masker tersebut sudah tersebar di Puskesmas dan rumah sakit. Sebagiannya sudah diditribusikan ke sekolah-sekolah.

"Stok masih banyak di gudang. Kalau kurang tinggal ambil di gudang. Ini tidak dipungut biaya," kata dia.

Tonny mengatakan, kabut asap tersebut bisa mengganggu kesehatan terutama anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. Apabila terlihat asapnya tebal dia mengimbau agar tidak beraktivitas di luar rumah.

"Kita juga mengimbau masyarakat kebakaran hutan itu sangat membahayakan dan itu adalah ulah manusia. Jadi janganlah membakar lahan lagi karena mengganggu kesehatan," tambahnya.

Meski mengatakan berbahaya, pihak Dinkes sampai saat ini juga masih belum bisa mengetahui kondisi pencemaran udara. Pasalnya alat pengukur Indeks Kualitas Pencemaran Udara (ISPU) di Siak dalam kondisi rusak. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved