Sripeni Dinilai Lemah, 4 Orang Ini Dinilai Pantas Pimpin PLN: Dua Diantaranya Jenderal Polisi

Pegiat media sosial, Rudi S Kamri secara khusus menyoroti posisi pelaksaan tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani

Sripeni Dinilai Lemah, 4 Orang Ini Dinilai Pantas Pimpin PLN: Dua Diantaranya Jenderal Polisi
Youtube
Sripeni Inten Cahyani Bos Besar PLN saat ini. Kenapa ia dimarahi Presiden Jokowi padahal baru 2 hari menjabat 

"Keempatnya adalah sosok yang bisa diandalkan untuk membentengi PLN sebagai salah satu pilar ketahanan nasional, bukan melihat PLN hanya sekadar barang dagangan," ucap Rudi.

Namun di antara keempat sosok ideal tadi, Rudi menyebut hanya BTP dan Suhendra yang sedang bebas tugas negara.

Buwas sedang menjabat Dirut Bulog dan Ketua Kwarnas Pramuka. Iwan Bule saat ini sedang menjabat Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas dan kelihatannya sedang mengemban misi negara untuk membersihkan mafia bola di tubuh PSSI.

Kalau BTP jelas terkenal tegas dan bersih, tapi dengan masalah rasial yang pernah dihadapi, sudah pasti akan menimbulkan resistensi dari internal PLN yang terkenal sangar.

Baca: VIDEO: Jadwal Live Streaming Big Match Manchester United vs Chelsea

Baca: Gemini Tukang Gosip, Sagitarius Kepo Tingkat Tinggi: Ini 4 Zodiak yang Paling Kecanduan Media Sosial

Baca: Hebatnya Pasukan Kopassus Disegani Asing, Menjadi Salah Satu Inspirasi Enzo Masuk Taruna Akmil

Sedangkan Suhendra dianggap Rudi relatif bebas dari beban masa lalu dan berpengalaman memimpin beberapa perusahaan swasta besar.

"Singkat kata, perlu audit forensik secara total di tubuh PLN. Kalau tugas ini kemudian dilakukan oleh sosok dari kalangan internal PLN rasanya tidak akan efektif dan sia-sia. Diperlukan sosok dari luar yang tegas dan sebaiknya punya pengalaman dan pengetahuan di bidang intelijen untuk mengendus dugaan sabotase kelompok tertentu di tubuh PLN," ujar Rudi.

M Iriawan atau Iwan bule
M Iriawan atau Iwan bule ()

"Di sisi lain, harus dilakukan pembaharuan yang menyeluruh dalam sistem operasi PLN agar kejadian blackout tidak kembali berulang. Tanpa langkah ekstrem dan menyeluruh dari Presiden Jokowi untuk membenahi tidak akan bisa menyehatkan kembali PLN. Seperti kata Presiden bahwa orang-orang pintar secara teknis sudah banyak di tubuh PLN. Tinggal dicari figur yang kuat dan bersih untuk menggerakkan dan memberdayakan semua sumber daya yang ada di dalam tubuh PLN," sambungnya.

 

Jokowi marah di depan direksi PLN.

Pasalnya, PLN tak mampu mengatasi dan tak punya rencana cadangan mengatasi listrik pada di separuh wilayah Jawa.

Usai mendapat penjelasan dari Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani, Jokowi justru marah dan pergi. Jokowi mendatangi kantor pusat PT PLN pada Senin (5/8/2019).

Ia didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved