Berita Riau

Ubah Sampah Sawit Jadi Pupuk Organik, LPPM Universitas Riau Beri Pelatihan di Kampung Jayapura Siak

Pelatihan itu untuk pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Ubah Sampah Sawit Jadi Pupuk Organik, LPPM Universitas Riau Beri Pelatihan di Kampung Jayapura Siak
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Para petani sedang menimbang tandan buah segar (TBS) sawit.Tandan kosong sawit bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau (UR) memberikan pelatihan bagi komunitas Bunda Inovatif Jayapura Aktif Kreatif (BIJAK) dari ibu PKK dan pemuda di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Siak.

Pelatihan itu untuk pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Dr Yustina Msi, seorang dari tim LPPM memberikan pelatihan pengolahan sampah tandan kosong sawit (tankos) menggunakan bahan EM4 menjadi Bahan Organik Kaya Sifat Hidup (Bokashi) atau disebut kompos.

"Limbah sampingan dari industri sawit berupa Bungkil Inti Sawit (BIS). Limbah ini dapat diolah menjadi pakan ternak melalui proses fermentasi sebagai bahan untuk pakan ikan," kata Yustina.

Yustina, menambahkan bahwa dedak padi yang banyak terdapat di Kecamatan Bungaraya merupakan salah satu bahan pakan dalam pembuatan pelet ikan.

Ditegaskannya pula, bahwa potensi limbah atau sampah organik di kampung Jayapura, jika diolah berpotensi menambah pendapatan keluarga dan lingkungan bersih.

"Hasil kompos dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pada budidaya bawang Dayak, sehingga dapat meningkatkan produksi teh Badak. Komunitas BIJAK sebagai pelopor teh Badak yang merupakan UMKM di Jayapura, diharap produknya dapat merambah ketingkat nasional, harapannya budidaya ikan dapat dijadikan sebagai usaha pula karena pelet dapat dibuat sendiri dari limbah yang ada di kampung ini," paparnya.

Ia berharap, agar kampung Jayapura menjadi penghasil pangan protein ikan air tawar di Riau.

Memotivasi yang lainnya, Yustina, menambahkan disamping limbah organik, maka limbah anorganik seperti sampah air mineral gelas dan botol air mineral kemasan dapat digunakan kembali sebagai media tanam sehingga dapat penghasil tanaman berupa sayuran aquaponik atau hidroponik.

Kita berharap ini bisa diterapkan di sini," imbuhnya sambil memberikan pelatihan cara praktisnya.

Tim LPPM lainnya, Dra Silvia Reni MSi menjelaskan, BIS mengandung serat, lemak dan protein, maka dari itu komposisi bahan pakan perlu diperhatikan sesuai dengan kebutuhan pada setiap jenis hewan peliharaan/ikan budidayanya. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved