Breaking News:

Berita Riau

IMIGRAN dan Pengungsi Pencari Suaka dari Berbagai Negara Demonstrasi di Kantor IOM Riau

Ratusan imigran dan pengungsi pencari suaka dari berbagai negara melakukan aksi demonstrasi di Kantor IOM Riau, ini tuntutan mereka

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Risky Armanda
Imigran dan Pengungsi Pencari Suaka dari Berbagai Negara Demonstrasi di Kantor IOM Riau 

Imigran dan Pengungsi Pencari Suaka dari Berbagai Negara Demonstrasi di Kantor IOM Riau, Ini Tuntutan Mereka

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan imigran dan pengungsi pencari suaka dari berbagai negara melakukan aksi demonstrasi di Kantor IOM Riau, ini tuntutan mereka.

Ratusan orang pengungsi pencari suaka dari berbagai negara yang berada di Kota Pekanbaru, menggelar aksi demo ke kantor International Organizations for Migration (IOM) yang beralamat di Gedung Graha Pena pada Kamis (8/8/2019).

Baca: BAYI KEMBAR TIGA di Riau, Lahir di RSUD Tengku Rafian, Kasus Pertama dan Anak Suami Istri di Siak

Baca: MENIKAH dalam Penjara, Kisah Cinta Tersangka Pengedar Narkoba di Kampar Riau, Berikan Mas Kawin Ini

Baca: SISWI SD di Bengkalis Riau Dicabuli Siswa SD dan Siswa SMP serta Pemuda 20 Tahun, Lokasinya Misteri

Dalam aksi damai yang mereka gelar itu, ratusan pengungsi ini membawa sejumlah kertas karton yang berisi aspirasi dan tuntutan mereka..

Intinya para pengungsi ini meminta agar nasib mereka lebih diperhatikan oleh pihak terkait, salah satunya IOM.

"Kami sudah terlalu lama di sini. Kami seolah tidak memiliki masa depan. Padahal kami punya keluarga dan anak-anak. Tapi mereka tidak peduli dengan kami," kata Azad, salah seorang pengungsi asal Afghanistan.

Dibeberkan Azad, dia sendiri mengaku sudah sejak tahun 2013 lalu datang ke Pekanbaru.

Dia datang dibawah perlindungan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Namun, setelah enam tahun di Pekanbaru, dia tidak kunjung mendapat kepastian dari UNHCR, termasuk tujuan ke negara ketiga seperti Australia, Selandia Baru dan Kanada.

Azad memaparkan, setidaknya ada sekitar 1.000 orang pencari suaka lain yang juga bernasib sama dengan dirinya.

Baca: BUKTIKAN Ucapan Soal Dicopot Jokowi Kapolres Pelalawan Menginap di Lokasi Karhutla di Riau Area TNTN

Baca: Caleg PKB dan Caleg PPP Lulus Seleksi CPNS 2018 Kuansing, Dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Riau

Baca: Keluarkan Pernyataan PEDAS Soal Jatah Menteri dari Riau, Kapitra Ampera: Harusnya Malu Dong!

Dia menuturkan, anak-anak pengungsi tidak mendapat akses pendidikan, begitu juga dengan para pengungsi dewasa yang tidak memperoleh pekerjaan.

"Kami seperti sangat-sangat dilupakan," ujarnya.

Lanjut Azad, sebenarnya mereka paham dengan kebijakan negara ketiga, seperti Australia yang tidak lagi mau menerima pengungsi seperti mereka.

Namun tetap saja, mereka butuh kepastian akan ditempatkan di negara mana, asal mendapat kebebasan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved