Berita Riau

Isak Tangis Iringi Prosesi Akad,Tahanan Narkoba Menikahi Kekasih Saat Ditahan di Polres Kampar Riau

Guntur terpaksa melangsungkan pernikahan bersama sang kekasih dengan sederhana di Masjid Al Ikhlas di sebelah Mapolres Kampar, Kamis (8/8/2019).

Isak Tangis Iringi Prosesi Akad,Tahanan Narkoba Menikahi Kekasih Saat Ditahan di Polres Kampar Riau
Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby
Tahanan kasus narkoba di Kampar Riau menikah saat menjalani proses hukum. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Guntur terpaksa melangsungkan pernikahan bersama sang kekasih dengan sederhana di Masjid Al Ikhlas di sebelah Mapolres Kampar, Kamis (8/8/2019).

Pasalnya, pria berumur 22 tahun ini harus menjalani proses penyelidikan dan ditahan di Polres Kampar akibat terlibat kasus narkoba.

Sebenarnya, rencana pernikahan telah direncankan sejak lama oleh Guntur bersama kekasihnya.
Namun, Guntur ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Kampar pada pertengahan Juli 2019 lalu
dalam kasus dugaan kejahatan pengedaran narkoba.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Guntur Aji terpaksa dikurung di balik jeruji besi.

Prosesi pernikahan berlangsung penuh haru meski mendapat pengawalan aparat keamanan.

Kepala KUA Perhentian Raja, Mahyudin menikahkan kedua pasangan itu.

Suasana akad nikah berlangsung khidmat dengan diiringi isak tangis keluarga mempelai pengantin yang juga hadir dalam pernikahan tersebut. Seperangkat alat salat jadi emas kawin pernikahan terduga pengedar sabu ini.

Ayah mempelai pria, Miftah Nur Ashrofie mengungkapkan kesedihannya melihat anaknya melangsungkan pernikahan dengan kondisi seperti itu.

"Kami keluarga sedih melihatnya kenapa hal seperti ini bisa terjadi," ungkapnya.

Dituturkan Miftah, pernikahan Guntur Aji ini telah direncanakan sejak usai lebaran Idul Fitri lalu. Semua persiapan juga telah dilakukan pihak keluarga. Namun kini jadi sia-sia persiapan yang dibuat.

"Semestinya anak kami ini menikah di 15 Juli 2019 bersama pasangannya Monika Dwi Septiani namun karena keadaan seperti ini terpaksalah melakukan seperti ini," tuturnya.

Miftah menyayangkan perbuatan yang dilakukan anaknya hingga sampai berakhir ke jeruji besi.
"Kita keluarga tidak pernah tahu bahwa anak kami tercinta berbuat kejahatan seperti demikian," sebutnya sambil tersedu.

Kasatnarkoba Polres Kampar, Iptu Asdisyah menuturkan saat ini Guntur Aji masih berstatus tahanan penyidik Resnarkoba Polres Kampar.

Terkait proses hukum yang tengah berjalan pada tersangka, Asdisyah menuturkan pihak Polres dalam waktu dekat akan melimpahkannya ke kejaksaan.

"Saya prihatin melihat tersangka tapi proses hukum harus tetap berjalan. Semoga hal serupa jadi pembelajaran bagi orang lain," tutupnya. (Tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved