Kebakaran Hutan jadi Berita di Malaysia & Singapura, Jokowi: Saya Cek 'Jerebu' Ini Apa Ternyata Asap

Kebakaran Hutan jadi Berita di Malaysia & Singapura, Jokowi: Saya Cek 'Jerebu' Ini Apa Ternyata Asap

Kebakaran Hutan jadi Berita di Malaysia & Singapura, Jokowi: Saya Cek 'Jerebu' Ini Apa Ternyata Asap
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Tim BPBD Pekanbaru bersama aparat TNI AD dari Kodim 0301 Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan di Jalan Tuanku Tambusai, Kec Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Kebakaran Hutan jadi Berita di Malaysia & Singapura, Jokowi: Saya Cek 'Jerebu' Ini Apa Ternyata Asap

TRIBUNPEKANBARU.COM- Presiden Joko Widodo berencana akan melakukan kunjungan ke Singapura.

Namun sebelum kunjungan Presiden tersebut, persoalan asap menjadi sorotan media di Singa tersebut.

Asap yang dihasilkan dari kebakaran lahan di beberapa provisni di Indonesia.

Tentu saja pemberitaan tentang asap dari Indonesia yang masuk ke Singapura menjadikan kritikan yang membuat malu

Kebakaran hutan di Indonesia kembali menimbulkan kabut asap di Malaysia dan Singapura, setelah terakhir kali terjadi pada 2015.

Diberitakan media Singapura, Channel News Asia, sebanyak 16 titik api dilaporkan terdeteksi di Singapura, menurut data dari Badan Meteorologi Singapura, pada Minggu (4/8/2019).

"Titik api dengan kabut asap terdeteksi dalam beberapa hari terakhir di Sumatra dan juga Kalimantan, yang telah mengalami kondisi cuaca kering."

"Karena tertutup awan, total 16 titik api terdeteksi di Sumatra hari ini dan kabut asap dari titik api yang terus menerus ini secara berkelanjutan diamati di provinsi Riau dan Jambi, di Sumatra," tulis pernyataan Badan Meteorologi Singapura.

Ditambahkan badan meteorologi, untuk beberapa hari ke depan, kondisi kering diperkirakan masih akan terjadi di Sumatra dan angin yang ada di wilayah itu dapat terus bertiup dari tenggara atau selatan.

"Ada kemungkinan Singapura dapat mengalami kondisi sedikit berkabut jika ada peningkatan titik api di Sumatra dan angin berubah arah menjadi dari barat daya," lanjut pernyataan itu.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved