Terbukti TPPU, Isi Rekening dan Sejumlah Barang Bukti Milik Eri Jack Disita Negara

Hakim PN Bengkalis memvonis hukuman pidana nihil terhadap Eri Jack terkait kasus Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU). Namun, TPPU dinyatakan terbukti

Terbukti TPPU, Isi Rekening dan Sejumlah Barang Bukti Milik Eri Jack Disita Negara
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Eri Jack Saat menghadapi sidang perkara narkoba. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) Eri Kusnadi alias Eri Jack telah diputus Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis pada Rabu (24/7/2019) lalu.

Dimana Hakim PN Bengkalis memvonis hukuman pidana nihil terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan penjara 5 tahun.

Putusan nihil dimaksud dimana Eri Jack tidak dapat dipidana penjara lagi.

Karena sudah mendapatkan hukum maksimal seumur hidup pada perkaranya sebagai bandar narkoba kepemilikan 40 kilogram sabu dan ratusan ribu pil ektasi yang hukumannya telah inkrah.

Hal ini diungkap Zia Ul Jannah Humas PN Bengkalis kepada Tribun, Kamis (8/8/2019) siang.

Dalam amar putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim memaparkan terdakwa Eri Kusnadi terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang hasil kejahatan peredaran narkoba.

Baca: Panitia Kurban Diimbau Jangan Bungkus Daging Pakai Plastik Kresek Warna Hitam

Baca: Bandar Narkoba Eri Jack Tak Dijatuhi Hukum Pidana Kasus TPPU oleh PN Bengkalis Riau, Ini Sebabnya

Sehingga terdakwa di jatuhkan hukuman penjara dan denda nihil.

"Dia dijatuhkan hukuman nihil ini karena memang sudah ada ketentuannya. Dimana jika terdakwa sudah dikenakan pidana maksimum sudah tidak bisa dikenakan pidana lagi," ungkap Zia Ul Jannah.

Meskipun Eri Jack tidak lagi terkena hukuman pidana, sejumlah barang bukti tetap disita oleh negara yang merupakan hasil kejahatan narkoba yang dilakukannya.

Dari putusan hakim tersebut barang bukti yang disita negara di antaranya dua unit jetsky, kapal pompong, speedboat serta sejumlah uang yang berada di rekening terdakwa di rampas negara.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved