Berita Riau

Api Diduga dari Dapur, Poskesdes Labuhan Bilik Riau Dilalap Api, Obat dan Alkes Ikut Terbakar

Kamis (8/8/2019) petang, warga Desa Labuhan Bilik gempar. Poskesdes terbakar hebat, hingga membuat bidan desa yang menghuni bangunan itu panik.

Api Diduga dari Dapur, Poskesdes Labuhan Bilik Riau Dilalap Api, Obat dan Alkes Ikut Terbakar
FOTO/ISTIMEWA
Kantor Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Desa Labuhan Bilik Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Riau terbakar, Kamis (8/8/2019) 

TRIBUNPELALAWAN.COM,TELUK MERANTI- Kamis (8/8/2019) petang, warga Desa Labuhan Bilik Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan gempar.

Kantor Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) terbakar hebat, hingga membuat bidan desa yang menghuni bangunan itu panik.

Untunglah tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Dengan sigap bidan desa bernama Desmawati (32) membawa dua anaknya yang sedang tidur keluar dari bangunan yang tebakar.

Api diduga berasal dari bagian dapur. Hampir seluruh isi gedung kesehatan itu habis terbakar dan tidak sempat diselamatkan.

Kepala Desa Labuhan Bilik, Sudirman, saat dikonfirmasi membenarkan gedung poskesdes telah dilalap api yang letaknya berdekatan dengan kantor desa.

Poskesdes itu dihuni Desmawati (32) bersama keluarganya. Api berhasil dijinakkan oleh masyarakat sekitar 30 menit setelah kejadian.

"Api diduga dari kompor yang menyala di dapur. Memang bangunan poskesdes itu permanen dari beton, tapi dapurnya terbuat dari kayu," terang Kades Sudirman, Jumat (9/8/2019).

Kebakaran berawal ketika bidan Desmawati, sedang duduk di depan poskesdes sekaligus rumah yang ditempati bersama adiknya Arif Utoyo (22), serta dua anaknya bernama Arta Tama Deorian (9) dan Noviyanti (6).

Kemudian Desmawati pergi ke dapur yang terbuat dari kayu dan papan. Tiba-tiba saja bidan desa itu melihat api sudah menyala dan semakin membesar serta mengeluarkan asap.

Korban langsung minta tolong sambil menyelamatkan kedua anaknya yang sedang tertidur di kamar dan dibawa ke luar bangunan dibantu oleh adiknya.

Melihat kejadian itu, warga sekitar heboh dan berupaya memadamkan api. Masyarakat mengambil dua unit mesin Robin dan menyirami bangunan yang nyaris gosong itu.

Akibatnya seluruh obat-obatan, alat-alat kesehatan, perkakas rumah tangga, dan peralatan dapur ludes dilalap api. Untung saja tidak ada korban luka maupun korban jiwa atas kejadian naas itu.

"Untuk sementara pelayanan kesehatan akan terganggu, karena gedungnya terbakar dan termasuk obat-obatan maupun alat-alatnya," tambah Sudirman. (Tribunpekanbarui.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved