Dua Ekor Kambing Kurban Warga di Tanah Datar, Sumbar, Tewas Diterkam Beruang Madu

Dua ekor kambing yang rencananya akan dikurbankan, ditemukan mati sehari sebelum Idul Adha dengan kondisi perut robek dan usus terburai.

Dua Ekor Kambing Kurban Warga di Tanah Datar, Sumbar, Tewas Diterkam Beruang Madu
internet
Kambing warga di Tanah Datar, Sumbar, ditemukan mati sehari sebelum Idul Adha diduga diterkam beruang madu. 

tribunpekanbaru.com - Dua ekor kambing untuk kurban Idul Adha 1440 H ditemukan mati, diduga dimangsa oleh beruang madu di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar).

Pemilik kambing, Rosmidar (50), warga jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, menemukan dua ekor kambingnya itu mati dengan tubuh penuh luka robek yang diduga karena dimangsa beruang madu, Sabtu (10/8) lalu.

"Dua ekor kambing ini milik warga atas nama Rosmidar yang rencananya akan dikurbankan pada hari Minggu. Namun sebelum dikurbankan, kambingnya sudah mati," kata Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tanah Datar, Ansarul, yang dihubungi Minggu (11/8).

Ansarul mengatakan, berdasarkan analisanya setelah melihat bangkai dua ekor kambing tersebut, kematian dua ekor kambing kurban itu diduga disebabkan oleh serangan beruang madu. Apalagi, banyak ditemukan jejak menyerupai jejak kaki satwa yang memiliki nama latin Helarctos Malayanus itu di sekitar rumah Rosmidar.

Saat ditemukan, kedua ekor kambing itu mengalami luka berat seperti bekas cakar dan gigitan. Perutnya robek besar dan isi perut kambing itu terburai keluar. Peristiwa itu diketahui pada Sabtu (10/8) pagi oleh pemilik kambing, Rosmidar.

Menurut Ansarul, kematian dua ekor kambing ini menambah daftar kematian hewan ternak milik warga setempat akibat hewan buas. Sebelumnya, juga ditemukan kasus kematian serupa, ada hewan ternak kambing, itik, dan ayam, yang juga ditemukan mati dan diduga penyebabnya sama, yakni serangan beruang madu.

"Kasus beruang madu ini sudah terjadi sejak Juli lalu. Kami sudah melakukan upaya prosedural seperti mengusir, patroli, hingga pemasangan kandang perangkap namun belum berhasil. Kamera trap yang kita pasang juga belum merekam aktifitas beruang madu tersebut," katanya.

Ansarul menilai, prilaku beruang madu ini sedikit berbeda. Biasanya beruang madu mengonsumsi buah-buahan, namun ini memangsa hewan ternak. Analisis sementara, beruang madu mengkonsumsi bagian tertentu dari hewan ternak itu untuk menambah protein.

"Beruang biasanya makan buah-buahan. Ada juga makan bagian organ hewan kecil tapi tak banyak. Paling sering itu ulat tanah dan kumbang yang hidup di kayu. Kalau yang ini memangsa hewan ternak dan yang dimakan hanya bagian hati, jantung, dan paha," ujarnya.

Disebutkan, terganggunya habitat juga menjadi faktor keluarnya beruang madu itu ke kawasan pemukiman warga. Area hutan perbukitan di sekitar lokasi yang merupakan hutan lindung dan hutan produksi, sudah banyak beralih fungsi menjadi perkebunan pinus dan karet.

Camat Tanjung Emas, Abramis Yuzi di Batusangkar mengatakan, pihaknya bersama warga, Polisi Kehutanan, dan BKSDA Tanah Datar telah melakukan pemasangan perangkap dengan menyusuri jejak beruang tersebut sejak beberapa hari lalu, setelah ada peristiwa itik warga mati diduga diterkam beruang madu.

Perangkap dipasang lengkap dengan makanan berupa buah, termasuk berpatroli dengan senjata bius ke hutan untuk mencari beruang madu. Namun upaya itu belum membuahkan hasil.

"Uniknya makanan yang diletakkan di perangkap itu habis. Tapi beruang itu belum juga menampakkan diri," ujar Abramis.

Menurutnya, peristiwa ini membuat resah warga setempat yang mayoritas petani getah. Mereka banyak yang tidak berani ke hutan karena takut berhadapan dengan hewan tersebut. (rin/tribun padang/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved