Muatan Lokal Melayu Segera Diterapkan untuk SMA Sederajat di Riau

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan akan menerapkan kurikulum Muatan Lokal (Mulok) budaya melayu di SMA sederajat di Riau.

Muatan Lokal Melayu Segera Diterapkan untuk SMA Sederajat di Riau
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan akan menerapkan kurikulum Muatan Lokal (Mulok) budaya melayu di SMA sederajat di Riau.

Penerapan kurikulum muatan lokal budaya Melayu Riau tersebut sejalan dengan ditandatanganinya keputusan gubernur Riau.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan, rencana memasukkan Mulok budaya Melayu Riau pada kurikulum sudah dicanangkan pada masa Gubernur Riau masa Arsyadjuliandi Rachman dan Wan Thamrin Hasyim.

Namun saat itu belum dimasukkan dalam kurikulum sehingga tidak bisa dijalankan.

"Alhamdulillah kurikulum muatan lokal sudah ditandatangani saat peringatan hari jadi provinsi Riau ke-62 tahun Jumat lalu. Setelah itu, kami instruksikan kepada SMA sederajat untuk menerapkan muatan lokal ini," katanya, Senin (12/8/2019).

Baca: WAKIL Rakyat di Siak Riau Minta Cabut Izin PT DSI dan Usut Ketua PN Siak karena Bebaskan Terdakwa

Baca: Ingin Jadi Ratu Sosialita di Kampungnya, Emak-emak Ini Gadaikan 31 BPKB Milik Orang Lain

Meskipun kurikulum Mulok budaya Melayu ini hanya untuk tingkat SMA sederajat.

Namun Syamsuar juga berharap para bupati/walikota se provinsi Riau juga dapat menerapkan kurikulum serupa.

Hal ini dikarenakan SD dan SMP merupakan kewenangan kabupaten/kota.

"Harapan kami para bupati/walikota juga bisa menerapkan kurikulum muatan lokal budaya Melayu ini. Karena saat ini, untuk SD dan SMP merupakan kewenangan bupati/walikota. Muatan lokal budaya Melayu ini penting bagi anak-anak karena bisa menumbuhkan rasa cinta kepada tunjuk ajar dan kebudayaan Melayu," ujarnya.

Dijelaskan Syamsuar, kurikulum Mulok budaya Melayu Riau 2019 ini dihadirkan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 79 tahun 2014.

Dijelaskan pada peraturan tersebut, bahwa Mulok merupakan bahan kajian atau mata pelajaran tentang potensi dan keunikan lokal untuk membentuk pemahaman peserta didik.

"Kurikulum muatan lokal ini juga sudah menerima masukan yang dihimpun oleh Lembaga Adat Melayu Riau dari berbagai pertemuan. Kurikulum ini juga dikembangkan atas prinsip kesesuaian dengan peserta didik," jelasnya.

Pengimplementasian kurikulum muatan lokal budaya Melayu Riau ini juga bertujuan agar para peserta didik memiliki perilaku yang mencerminkan ketaatan kepada ibu bapak, taat dan setia kepada pemimpin, persebatian dan gotong royong.

Kemudian juga memiliki sifat pemaaf, dermawan, berpandangan jauh ke depan dan sederhana.

"Mengetahui pengetahuan yang faktual mengenai alam dan kearifan ekologis Melayu, bahasa dan kesantunan subjek interaksi. Adab dan adat Melayu Riau, pakaian, kesenian Melayu dan teknologi orang Melayu," sebutnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved