15 Kampung di Kabupaten Siak Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

Dengan deklarasi ini, diharapkan kebiasaan BAB sembarangan bisa menghilang dan berganti dengan BAB di fasilitas jamban sehat.

15 Kampung di Kabupaten Siak Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan
Istimewa
Bupati Siak, Alfedri, mengambil sirih persembahan yang disuguhkan saat Deklarasi Stop BAB Sembarangan, Selasa (13/8) di Kampung Sialang Palas, Kecamatan Lubuk Dalam, Siak. 

tribunpekanbaru.com - Kampung Sialang Palas Kecamatan Lubuk Dalam, menggelar Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Selasa (13/8) kemarin. Kegiatan ini langsung dihadiri Bupati Siak, Alfedri.

Deklarasi tersebut berlangsung penuh semangat. Alfedri juga membaur dengan masyarakat Kampung Sialang Palas, dan memberikan pengertian supaya tidak lagi buang air besar di sembarangan tempat. Sebab kebiasaan lama tersebut akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

"Gaya hidup sehat merupakan kebutuhan dasar masyarakat, yang harus ditingkatkan sosialisasinya di lingkungan masyarakat pedesaan. Salah satunya lewat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) seperti yang dilaksanakan Pemkab Siak lewat Dinas Kesehatan Kabupaten Siak," kata Alfedri.

Ia menerangkan, Jamban Sehat (sanitasi) Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi salah satu pendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Karena kebiasaan buang air besar menjadi salah satu faktor penentu, apakah lingkungan suatu masyarakat tergolong bersih atau tidak. Lingkungan yang bersih dapat mencegah mewabahnya penyakit menular seperti penyakit diare dan thyroid.

"Perilaku berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit menular sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup bersih," kata Alfedri.

Menurut Bupati, tantangan pembangunan sanitasi di pedesaan, yang dihadapi umumnya masih berkaitan dengan perilaku dan budaya masyarakat. Yaitu perilaku penduduk yang sudah terbiasa buang air besar (BAB) di sembarangan tempat.

Apalagi, BAB ke dalam aliran air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan higienis lainnya.

Sebanyak 15 kampung pada kegiatan tersebut melaksanakan deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS). Ke-15 kampung itu diharapkan dapat memotivasi kampung lain dalam menerapkan perilaku hidup sehat, dengan menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan.

"Saya mengapresiasi dua kecamatan yaitu kecamatan Dayun dan Lubuk Dalam yang telah mendeklarasikan BABS. Saya mengharapkan kecamatan lain segera menyusul, agar seluruh kecamatan di Siak sudah Open Defecation Free (ODF), sehingga kabupaten Siak dikatakan kabupaten sehat dapat terwujud," ungkapnya.

Disampaikan Alfedri, dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak pada 2018 lalu telah membangun jamban sehat sebanyak 30 unit, untuk tahun 2019 meningkat 100 unit.

"Kita juga dibantu Baznas Siak melalui program jamban sehat bagi keluarga tidak mampu. Saya juga berharap kepada dunia usaha melalui CSR-nya dapat membantu membuat jamban sehat bagi keluarga tidak mampu," harapnya.

Kabupaten Siak memiliki 14 kecamatan, 9 kelurahan, dan 121 kampung. Saat ini yang sudah mendeklarasikan SBABS sampai 2016 lalu adalah Kecamatan Dayun dengan 11 Kampung. Selanjutnya pada tahun 2019 Kecamatan Lubuk Dalam dengan 15 kampung. Di dalamnya juga tergapat 1 kampung dari Sabak Auh, 1 kampung dari Bungaraya, 1 dari Mempura, 1 kampung dari Koto Gasib, 1 kampung dari Tualang, dan 1 kampung dari Kerinci Kanan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Siak, Ketua Forum Kabupaten Sehat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Siak, Camat se-Kabupaten Siak, para penghulu, Anggota DPRD Siak Tarmigan, serta Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. (myo)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved