Dandim Inhil: Aparat Desa yang Kena Karhutla ke Mana?

Dandim Inhil minta seluruh pemerintahan sampai ke bawah aktif menghadapi karhutla. Karena karhutla bukan hanya tanggung jawab TNI, Polri, dan BPBD.

Dandim Inhil: Aparat Desa yang Kena Karhutla ke Mana?
tribun pekanbaru
Dandim 0314/Inhil, Letkol (Inf) Andrian Siregar saat mendatangi lokasi karhutla di Desa Harapan Jaya, Inhil, Senin (12/8). 

tribunpekanbaru.com - Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil, Letkol (Inf) Andrian Siregar kembali mendatangi lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Harapan Jaya, Senin (12/8) lalu.

Dandim 0314/Inhil melihat langsung dan turut serta memadamkan api yang membakar sekitar 20 hektare lahan masyarakat yang terdiri dari tanaman karet.

Andrian Siregar menuturkan, pembakaran lahan ini merupakan perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan pendapatan masyarakat terganggu serta menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi banyak orang.

“Kita mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar berpikir terlebih dahulu sebelum membuka lahan dengan cara membakar,” ungkapnya.

Selain itu, Andrian juga mengajak para pejabat di Inhil untuk hadir dan ikut serta mengubah pemikiran masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Itu bisa dilakukan dengan memberi penekanan kepada camat, lurah-lurah, kepala desa, serta RT dan RW agar memberikan sosialisasi tentang bahaya Karhutla kepada warganya masing-masing.

“Bila perlu berikan sanksi kepada aparat desa, apabila di desa atau di kelurahan terkait terjadi karhutla. Jangan hanya TNI dan Polri serta BPBD saja yang menangani persoalan ini, aparatur desanya ke mana,” kata Andrian.

Disebutkan, berbagai upaya telah dilakukan tim gabungan untuk membantu memadamkan karhutla dengan memberikan sosialisasi dan melaksanakan patroli, untuk mengurangi terjadinya karhutla.

Dandim juga mengajak semua pihak untuk terjun langsung ke masyarakat, dan memberikan penekanan kepada kepala desa, karena di wilayah desa dan kelurahan lah yang sangat besar terjadinya karhutla.

“Pemerintah Kabupaten Inhil dapat berperan aktif dalam menghadapi karhutla, khususnya di desa-desa yang masih memiliki lahan yang tidak produktif dan menjadi semak belukar. Apalagi desa tersebut berbatasan dengan hutan konservasi dan berbatasan dengan hutan lindung,” tambahnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved