Berita Riau

Muncul Spanduk Kepemilikan Lahan di Stadion Utama, Pemprov: Kita Tak Jual Tanah

Lahan di sekitar kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti Kecamatan Tampan Pekanbaru diduga masih bersengketa.

Muncul Spanduk Kepemilikan Lahan di Stadion Utama, Pemprov: Kita Tak Jual Tanah
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgio
Lahan STADION UTAMA Riau Diduga Bersengketa, Baliho LSM Perisai Sebut Pemilik Ahli Waris Syamsuar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lahan di sekitar kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti Kecamatan Tampan Pekanbaru diduga masih bersengketa.

Dugaan ini muncul setelah baliho pemberitahuan klaim kepemilikan lahan dipasang di depan stadion tersebut.

Dalam baliho bewarna kuning tersebut tercantum nama Ahli waris Syamsuar /Nurbaya sebagai kepemilikan sah dari tahan yang ada di sekitar kawasan Stadion Utama tersebut.

Baliho tersebut juga mencantumkan luas tanah seluas 43.750 meter persegi atau 125 meter x 350 meter.

Tidak hanya itu, dalam baliho tersebut juga terdapat pengumuman keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Di antaranya putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru tahun 2013, putusan Pengadilan Tinggi Riau tahun 2014 serta putusan kasasi Mahmakah Agung RI tahun 2015.

Jika melihat dari isi baliho pengumuman tersebut sengketa lahan di sekitar kawasan Stadion Utama Riau ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

Namun belum jelas, pihak mana saja yang bersengketa terhadap kepemilikan lahan tersebut.

Sebab sejauh ini pihak dari Pemerintah Provinsi Riau yang bersedia memberikan penjelasan secara rinci dan jelas terkait kepemilikan lahan yang ada di sekitar kawasan Stadion Utama Riau tersebut.

Asisten III Setdaprov Riau, Indrawati Nasution saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (13/8/2019) mengaku belum mengetahui adanya baliho yang terpampang di depan Stadion Utama Riau tersebut.

Ia pun belum mengetahui lahan mana yang dimaksud.

"Kita tidak ada jual lahan, coba konfirmasi ke BPKAD. Saya belum dapat informasi, coba nanti saya cari informasinya dulu," katanya.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Syahrial Abdi, sejak Senin (12/8/2019) hingga Selasa (13/8/2019) belum memberikan keterangan apapun terkait adanya baliho klaim kepemilikan lahan tersebut.

Tribun berulang kali menghubungi nomor telepon genggamnya tidak kunjung diangkat meski dalam kondisi aktif.

Begitu juga dengan pesan singkat melalui WhatApps juga tidak kunjung ada balasan meski masuk dan menandakan sudah dibaca. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved