INFO KESEHATAN

Penyebab Anak Muda Mendadak Meninggal Dunia Saat Olahraga, Begini Tanda-tandanya!

Kita mungkin pernah mendengar beberapa kasus anak muda dan sehat mengalami sudden cardiac arrest (henti jantung mendadak)

Penyebab Anak Muda Mendadak Meninggal Dunia Saat Olahraga, Begini Tanda-tandanya!
shutterstock
penyebab Penyakit Jantung saat Olahraga, Meninggal Mendadak, Begini Tandanya 

Faktanya, dalam ulasan tersebut para penulis mencatat bahwa penyebab tertinggi henti jantung pada atlet di bawah usia 35 tahun dikategorikan sebagai penyakit serangan elektrikal primer tanpa penyebab spesifik yang teridentifikasi.

JARANG DIKETAHUI, Penyebab Penyakit Jantung saat Olahraga, Meninggal Mendadak, Begini Tandanya
JARANG DIKETAHUI, Penyebab Penyakit Jantung saat Olahraga, Meninggal Mendadak, Begini Tandanya (ist/net/tribunjabar)

Namun kemungkinan lainnya adalah masalah genetik yang disebut kardiomiopati hipertrofi dimana dinding jantung menebal atau hipertrofi ventrikel kiri idiopatik dimana 
ada penebalan atau pembesaran ruang pompa jantung kiri.

Itulah mengapa, identifikasi risiko henti jantung sebelum olahraga sangatlah penting.

Menurut ulasan tersebut, ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan.

  • Nafas memendek secara tiba-tiba selama olahraga.
  • Dada sesak.
  • Adanya tekanan, nyeri atau rasa tidak nyaman ketika olahraga berlangsung.
  • Hilang kesadaran, terutama di tengah olahraga.
  • Jantung berdebar hebat dan tak terduga, atau sensasi tidak enak dan detak jantung kencang pada kondisi yang tidak seharusnya.
  • Pusing hebat dan nyaris pingsan secara mendadak.

Jika kamu mengalamu beberapa gejala ini, terutama ketika sedang berolahraga, hubungilah dokter untuk mendapatkan bantuan medis.

Dokter biasanya akan menanyakan riwayat medis kita dan keluarga kita dan jika diindikasikan perlu, kita akan menjalani serangkaian tes seperti elektrokardiografi dan diminta membatasi olahraga.

Henti jantung adalah masalah serius yang mematikan. Meski begitu, belum ada bukti kuat untuk mendukung perlunya screening bagi para atlet yang berada dalam kondisi sehat.

Terutama karena indikasi "positif" yang belum tentu tepat justru bisa membuat pasien cemas meskipun sebenarnya tidak berisiko.

Meski begitu, para peneliti menyarankan agar para dokter bertanya secara rutin kepada semua atlet, pertanyaan seperti: "pernahkah merasakan pusing hebat atau pingsan, nafas memendek secara tiba-tiba, atau nyeri dada setelah olahraga?" dan "apakah kamu memiliki keluarga dengan riwayat kematian mendadak atau penyakit jantung parah di bawah usia 60 tahun?".

Dokter mungkin membutuhkan tes lebih jauh bergantung pada jawaban pasien atas dua pertanyaan tersebut.

Halaman
123
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved