Berita Riau

Petugas KPK Geledah Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS dan Sekretariat Daerah Pemko Dumai Riau

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS dan Sekretariat Daerah Pemko Dumai Riau

Petugas KPK Geledah Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS dan Sekretariat Daerah Pemko Dumai Riau
tribunpekanbaru.com/syahrul hambali
Petugas KPK Geledah Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS dan Sekretariat Daerah Pemko Dumai Riau. Petugas Polisi Mengamankan Penggeledahan KPK di Kantor Walikota Dumai, Selasa (13/8/2019) 

Saat itu, petugas KPK membawa sejumlah barang hasil penggeledahan sebanyak tiga koper hasil penggeledahan tersebut.

6 Penyidik KPK Geledah Kantor Walikota Dumai Riau

Tak hanya kediaman dinas Walikota Dumai saja yang menjadi objek penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ruangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kantor Sekretariat Daerah di Kompleks Kantor Walikota Dumai juga digeledah oleh komisi anti rasuah ini pada Selasa (13/8).

Dirangkum dari lapangan, sebanyak enam orang petugas penyidik KPK tiba di kantor Setdako Dumai di Bagan Besar dengan atribut rompi bertuliskan KPK sekitar pukuk 10.00 pagi.

Petugas KPK yang didampingi oleh personil polisi bersenjata lengkap ini langsung masuk ke ruangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di lantai dasar Setda Kota Dumai.

Sejumlah koper turut dibawa oleh para penyidik diduga untuk mengumpulkan hasil temuan penggeledahan tersebut.

Sejauh pantauan di lapangan, ruangan yang digeledah KPK dijaga oleh personil polisi dari Polres Dumai.

Baca: Ajak Empat Anggota KKB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI, Tiga Prajurit TNI Ini Naik Pangkat Luar Biasa

Baca: Briptu Heidar Diseret dan Disandera KKB, Tewas Setelah Ditembak di Bagian Kepala dan Leher

Baca: HUT RI ke 74 - Inilah 6 Kata Mutiara Sang Proklamator Soekarno Untuk Hari Kemerdekaan RI

Baca: BREAKING NEWS: Kediaman Walikota Dumai Riau Zulkifli AS Kembali Digeledah KPK

Tak seorangpun dibenarkan masuk kedalam ruangan tersebut, bahkan untuk mengambil foto sekalipun tidak diizinkan selama petugas KPK menjalankan penggeledahan.
Belum ada informasi yang bisa dihimpun dari penggeledahan yang sudah berlangsung selama dua jam setengah ini.

Baik pegawai yang bekerja di kompleks kantor tersebut maupun tenaga keamanan yang ada di sekitar lokasi memilih bungkam saat ditanya.

Beredar kabar, bahwa Walikota Dumai Zulkifli AS tengah berada di Kota Medan, Sumatera Utara atas agenda resmi pemerintahan.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain menggeledah kantor Walikota Dumai, Petugas KPK juga menggeledah Kediaman orang nomor satu di Kota Dumai tersebut.

Komisi anti rasuah ini datang dengan menggunakan dua unit mobil Innova pada Selasa (13/8/2019).

Belum diketahui apa yang dicari oleh KPK di kediaman dinas orang nomor satu di Kota Dumai tersebut.

Hingga berita ini dirilis, petugas KPK masih berada di dalam rumah dinas dan belum nampak keluar sejak kedatangannya sekira pukul 10.00 pagi tadi.

Pantauan tribundumai.com di rumah dinas Walikota Dumai, kedatangan petugas KPK diikuti oleh sejumlah personil Shabara Polres Dumai untuk melakukan pengamanan.

Tak ada informasi lebih banyak tentang keberadaan Walikota Dumai di kediamannya tersebut.

Aktifitas nampak lengang dengan beberapa ASN hilir mudik di bagian belakang rumah dinas tersebut.

Diduga, kehadiran petugas KPK di kediaman dinas Walikota Dumai masih berhubungan dengan kelanjutan kasus korupsi yang tengah diselidiki oleh KPK beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, kedatangan Petugas KPK ke kediaman dinas Walikota Dumai Zul AS kali ini merupakan yang kedua kali.

Sekitar medio Mei 2019 lalu, Petugas KPK juga sempat melakukan penggeledahan di rumah dinas Zul AS.

Saat itu, petugas KPK membawa sejumlah barang hasil penggeledahan sebanyak tiga koper hasil penggeledahan tersebut.

WALIKOTA Dumai Kembali Dipanggil KPK

Walikota Dumai kembali dipanggil KPK, pejabat Pemko tak tahu keberadaan Zulkifli AS yang akrab dipanggil Zul AS, namun Zul AS sempat berada di Banjarmasin.

Pejabat di Pemerintah Kota Dumai belum mengetahui keberadaan Walikota Dumai, Zulkifli AS pada Jumat (5/7/2019).

Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kembali Zul AS.

Baca: SISWI SD di Pekanbaru Dicabuli Dua Remaja Secara BERGANTIAN di Kamar Hotel, Kepergok Orangtua Korban

Baca: Anaknya Tak LOLOS di SMA Negeri 1 Pekanbaru, Tiwi Ungkap KECURANGAN Ini, Disdik Terima 106 PENGADUAN

Baca: Bandar dan PENGEDAR Sabu-sabu di Riau Ditangkap Polisi, Si Bandar Teriaki Polisi RAMPOK dan Kabur

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Dumai, Muhammad Fauzan menyebut bahwa dirinya tidak tahu persis keberadaan Zul As saat ini.

Ia mengaku baru saja berada di Jakarta pada Jum'at sore sepulangnya dari kegiatan di Semarang.

"Saya baru sampai Jakarta dari Semarang. Jadi ndak tahu persis posisi beliau sekarang," jelasnya kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat petang.

Menurutnya, Zul As masih berada di Banjarmasin pada Kamis kemarin.

Ia sempat berada di Semarang pada Selasa hingga Rabu siang.

WALIKOTA Dumai Kembali Dipanggil KPK, Pejabat Pemko Tak Tahu Dimana Zul AS, Sempat di Banjarmasin
WALIKOTA Dumai Kembali Dipanggil KPK, Pejabat Pemko Tak Tahu Dimana Zul AS, Sempat di Banjarmasin (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

Saat itu berada di Semarang ia mengikuti ajang Apeksi.

Lantas ia melanjutkan agenda di Banjarmasin untuk ikut acara Harganas 2019.

Baca: RUMAH KOS di Pekanbaru Diduga Dijadikan TEMPAT MESUM dan Pesta Narkoba, Warga Sekitar Resah

Baca: INI SOSOK Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid II dari Riau, Namanya Disebut Relawan Jokowi-Maaruf Amin

Baca: PENDAFTAR ke SMP Negeri di Siak Riau Ini Hanya 12 Orang, Banyak Sekolah yang Pendaftarnya Membludak

"Kalau sekarang saya tidak tahu beliau dimana. Tanya protokol saja," ulasnya.

Zul AS kembali dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Yaya Purnomo.

Zul AS menjadi tersangka karena diduga memberi suap kepada Yaya dengan nilai uang bernilai setengah miliar rupiah.

Bahkan ia juga diduga menerima suap sekitar Rp 50 Juta.

Sebelumnya, Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah atau akrab dipanggil Zul AS jadi tersangka kasus korupsi, dugaan kasusnya ada gratifikasi kamar hotel senilai Rp 50 juta.

Walikota Dumai, Zul AS masih belum berkomentar terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia tidak menjawab sambungan telepon Tribunpekanbaru hingga Jumat (3/5/2019) malam.

Baca: VIDEO Link Live Streaming RCD Espanyol vs Atletico Madrid, Liga Spanyol Pekan 36 Kick Off 21.15 WIB

Baca: LINK LIVE STREAMING Bournemouth vs Tottenham Hotspur, Video Liga Inggris Pekan 37 Kick Off 18.30 WIB

Baca: Video Link STREAMING MotoGP Spanyol 2019 Free Practice 3, Rossi Posisi 14 di FP2 Live Trans 7 Sabtu

Ketika menghubungi ajudan Zul AS sempat tersambung beberapa kali, namun tidak kunjung menjawab sambungan ponsel Tribunpekanbaru.com.

Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo juga belum berkomentar tentang penetapan tersangka Walikota Dumai itu.

Ia tidak menjawab sambungan telepon dari Tribun.

Padahal Tribun sudah menghubungi beberapa kali pada Jumat malam.

Informasi Tribun, Eko sedang bertemu dengan kerabatnya pada Jumat malam.

"Beliau sedang ada pertemuan. Mungkin baru besok pagi bisa dihubungi," ujar sumber Tribun pada Jumat malam.

Tribun sempat terhubung saat menghubungi Pj Sekretaris Daerah Kota Dumai, Hamdan Kamal.

Ia sempat bisa dihubungi dua kali.

Namun beralasan sinyal buruk, hingga tidak berkomentar terkait penetapan Zul AS sebagai tersangka.

Saat dihubungi sekali lagi kontak Hamdan Kamal tidak aktif.

Baca: VIDEO Link LIVE SEMIFINAL New Zealand Open 2019, Praveen/Melati, Hendra/Ahsan, Hafiz/Gloria, Jojo

Baca: VIDEO Link Live Streaming TOP 5 Masterchef Indonesia 2019, Live RCTI Sabtu Sore, Siapa Tersingkir?

Baca: Link SIARAN LANGSUNG Persib Bandung Vs Borneo FC Video Leg 2 Piala Indonesia Sabtu Sore di RCTI

KPK menetapkan Walikota Dumai, Zulkifli AS sebagai tersangka dalam dua kasus.

Kasus pertama yakni kasus suap, Zul AS diduga memberikan Rp 550 juta kepada Yaya Purnomo untuk meloloskan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018.

Kasus kedua yakni gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

LAMR Dumai akan Rapat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (Zul AS) sebagai tersangka kasus korupsi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Dumai akan rapat.

Penetapan status tersangka atas Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (Zul AS) turut menarik perhatian sejumlah tokoh masyarakat di Kota Dumai, baik tokoh pemuda maupun tokoh adat.

Tokoh pemuda Kota Dumai Guspian mengatakan, dirinya menyayangkan penetapan status tersangka atas orang nomor satu di Kota Dumai tersebut.

Baca: TERUNGKAP, Mayat Wanita TANPA KEPALA di Dumai TERNYATA Sedang Hamil Muda, Pakai Celana dalam Korset

Baca: PENJELASAN Ustadz Abdul Somad tentang HUKUM Mandi Balimau dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan di RIAU

Baca: Speaker Bar PHT 220 SB untuk Ciptakan Musik dan Film Menjadi Lebih Hidup, Soundbar Keluaran Polytron

"Sebagai pemuda, kita sangat menyayangkan sekali penetapan status tersangka tersebut. Apalagi, jika mengingat masa periode pemerintahan Zul AS yang masih lama dengan program kerja yang belum semuanya dijalankan," kata ketua KNPI Dumai ini pada Jumat (3/5/2019).

Dia memaparkan, dirinya berharap agar Zul AS selalu dilimpahkan kesehatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

"Percaya pada aturan hukum yang berlaku. Semoga Pak Zul AS selalu diberikan kesehatan dan kesabaran," ucapnya.

Zul AS dimata Guspian merupakan sosok pemimpin yang ulet dan sangat responsif terhadap kegiatan kepemudaan di Dumai.

Penetapan status tersangka oleh KPK tersebut sangat disayangkan dan dinilai akan memberi dampak terhadap proses pemerintahan di Dumai.

"Kita sangat sayangkan penetapan status tersebut karena kami percaya, Pak Zul AS dapat bekerja dengan sangat baik dalam membangun Kota Dumai dan penetapan status tersebut pasti akan mengganggu konsentrasi beliau dalam bekerja," pungkasnya.

Baca: Bea Cukai GAGALKAN Penyelundukan Bibit Lobster Rp 1 Miliar ke SINGAPURA, Ini Rutenya hingga Vietnam

Baca: TERCATAT 121 Kasus Dugaan PELANGGARAN Pemilu 2019 di Riau, 29 Kasus Laporan Warga, 92 Kasus Temuan

Baca: KISAH CINTA Gadis Malaysia dan Gadis Minang, Dinikahi Cowok AFRIKA dan Ketemu Jodoh di Instagram

Terpisah, Ketua DPH LAMR Dumai Datuk Syahruddin menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan komentar terkait kabar tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar, karena kami dari LAMR Dumai akan menggelar rapat besok, untuk membahas sikap apa yang akan diambil dalam menanggapi kabar tersebut," singkatnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved