Diikuti Bupati dan Ratusan Warga, Shalat Istisqa Digelar di Lapangan Gajah Mada Tembilahan

Bupati Inhil bersama ratusan warga menggelar shalat minta hujan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, agar karhutla yang terjadi segera padam.

Diikuti Bupati dan Ratusan Warga, Shalat Istisqa Digelar di Lapangan Gajah Mada Tembilahan
tribun pekanbaru
Ustad Muhammad Rizal Al-Hafidz memimpin shalat istisqa yang digelar Pemkab Inhil di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Rabu (14/8) pagi. 

tribunpekanbaru.com - Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memenuhi Lapangan Gajah Mada Tembilahan, untuk mengikuti shalat istisqa atau shalat meminta turunnya hujan, pada Rabu (14/8) pagi.

Di bawah sinar mentari pagi, ratusan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen, tampak khusyuk mengikuti shalat istisqa yang diimami oleh Ustad Muhammad Rizal Al-Hafidz, dan Khatib Ustadz HM Effendi.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Riau, khususnya di Indragiri Hilir (Inhil). Segala upaya telah dilakukan untuk menanggulagi karhutla di tengah musim kemarau ini. Termasuk menggelar shalat istisqa memohon agar diturunkan hujan agar karhutla di beberapa kecamatan di Inhil padam.

Shalat istisqa ini juga diikuti Bupati Inhil HM Wardan beserta jajaran, Dandim 0314/Inhil Letkol (Inf) Andrian Siregar, dan unsur Forkompinda Inhil, alim ulama, ASN, TNI, Polri, pengurus masjid dan mushala, mahasiswa, serta pelajar.

Menurut Bupati Inhil HM Wardan, saat ini terdapat 20 titik panas (hotspot) berdasarkan pantauan BMKG. “Saya melihat dan turun langsung ke salah satu titik api di Kelurahan Kempas Jaya. Memang banyak, lebih 60 hektare kebun masyarakat terbakar,” ujar Wardan.

Dikatakan, lahan yang terbakar itu satu di antara 20 lokasi yang juga terbakar. “Makanya kita berkumpul di lapangan ini, bermunajat, memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, agar titik api yang ada padam,” kata Wardan.

Dia menilai, rintangan dan kendala dihadapi petugas di lapangan dalam mengatasi karhutla, seperti sumber air yang sulit dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar.

Sementara itu, Ustad HM Effendi dalam tausyiahnya mengungkapkan, kondisi ini cobaan dari Allah SWT, termasuk terhentinya curah hujan. Sehingga umat Islam hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia, makanya kita wajib berpasrah diri, mohon ampun segala dosa dan kesalahan serta berfikir sehat. Jauhi larangan Allah dan jalankan perintah Allah SWT,” katanya berpesan.

Sesungguhnya, bencana yang menimpa akibat kelakuan dan ulah manusia itu sendiri. Ustad Effendi pun mengajak seluruh warga Inhil tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan atau membersihkan kebun.

“Mari kita sama–sama menjaga alam ini dan kembali ke cara yang benar yang tidak merugikan orang banyak,” ucapnya sambil berharap hujan yang barakah dan tidak membawa musibah.

Pelaksanaan shalat istisqa ini tidak hanya di gelar di Tembilahan saja, karena di beberapa kecamatan di Inhil kegiatan yang sama juga dilaksanakan. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved