Fenomena Tanaman Bajakah Berkhasiat Sembuhkan Kanker, Aiman Kebanjiran Pertanyaan, Ini Jawabannya

Karya ilmiah siswa SMAN 2 Palangkaraya ini semakin populer sejak dikenalkan ke dunia internasional.

Fenomena Tanaman Bajakah Berkhasiat Sembuhkan Kanker, Aiman Kebanjiran Pertanyaan, Ini Jawabannya
Kompas TV
Presenter Kompas TV Aiman Wicaksono meminum tetesan air kayu bajakah, penyembuh kanker. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tanaman Bajakah viral di media sosial belakangan ini karena  dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit kanker.

Jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono kemudian melakukan liputan eksklusif mendalami tanaman asli Kalimantan Tengah tersebut.

Pascatayangan eksklusif tersebut, Aiman Witjaksono kini diserbu ribuan pertanyaan seputar bajakah, tanaman asli Kalimantan Tengah

Medsosnya, menurut Aiman tak pernah sepi dari pertanyaan seputar tanaman ini setelah tayangannya tentang akar bajakah tayang di program Aiman KompasTV awal pekan tadi.

Baca: Kisah di Balik Viral Kayu Bajakah Sebagai Obat Kanker, Nenek Sembuh dari Tumor Ganas Stadium 4

Akar bajakah ini menjadi viral setelah keberhasilan siswa SMAN 2 Palangkaraya diabadikan di program Aiman Kompas TV, Siswa Juara Dunia Penyembuh Kanker - AIMAN.

Aiman dalam tayangannya menunjukkan bagaimana siswa di bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah bisa mendunia dengan karya ilmiahnya menemukan bahan alami untuk obat penyakit mematikan seperti kanker.

Karya ilmiah siswa SMAN 2 Palangkaraya ini semakin populer sejak dikenalkan ke dunia internasional hingga meraih emas pada Lomba Karya Ilmiah Internasional di Seoul, Korea Selatan, pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Baca: 1.946 Preman dan Penjahat Mati Ditembak Petrus di Zaman Soeharto, Perangi Kejahatan Dimasa Orde Baru

Baca: Bocoran Menteri Muda di Kabinet Baru Jokowi, Ada yang Usia di Bawah 30 Tahun dan Bukan dari Partai

Tanaman bajakah yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan Tengah.
Tanaman bajakah yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan Tengah. (IST)

"Medos saya ribuan pertanyaan, ini bajakah benar bisa jadi obat kanker? Dimana belinya? Pertanyaan seputar itu setiap detik saya terima setelah tayangan bajakah ini," jelas Aiman ketika berbincang dengan Tribunnews.com.

Apa respon sang jurnalis saat mendapatkan pertanyaan itu? Aiman mengatakan tayangannya ini adalah penelitian awal yang perlu ditindaklanjuti oleh negara.

"Seperti di tayangan Aiman, kami redaksi KompasTV menekankan jika ini harus ditindaklanjui oleh negara. Ini hanya penelitian awal berdasarkan laboratorium dan penemuan empirik," kata Aiman.

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved