Jumlah Kasus Perceraian di Meranti Naik, Ternyata Masalah Ini Penyebab Terbanyaknya

Pengadilan Agama Selatpanjang mencatat ada 243 perkara yang masuk terkait gugatan perceraian maupaun talak di Kepulauan Meranti sepanjang tahun 2019.

Jumlah Kasus Perceraian di Meranti Naik, Ternyata Masalah Ini Penyebab Terbanyaknya
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pengadilan Agama (PA) Selatpanjang mencatat ada 243 perkara yang masuk terkait gugatan perceraian maupun talak di Kepulauan Meranti sepanjang tahun 2019.

Untuk sepanjang 2015 hingga 2019, terdapat 1.485 usulan gugatan perceraian yang masuk.

Dari jumlah itu, secara garis besar usulan gugatan perceraian disebabkan oleh faktor ekonomi yang terjadi dalam rumah tangga.

Jika berkaca jumlah kasus perceraian sepanjang 2018 lalu hingga, Agustus 2019 ini dinilai terjadi kenaikan terhadap jumlah perkara perceraian yang masuk di PA daerah setempat.

Secara detail, jumlah perkara yang diterima oleh PA Selatpanjang terdapat 271 perkara.

Jumlah perkara terdiri dari talak yang diajukan oleh suami sebanyak 63 kasus, dan gugatan yang ajukan istri sebanyak 208 kasus.

Baca: SMK Muhammadiyah 1 Juarai Technical Skill Contest di SMK Hasanah

Baca: Berhadapan Satu Lawan Satu, Batman Tersungkur Menghidari Pisau, Wajahnya Luka Terkena Sayatan

Hal ini diungkapkan oleh Panitera Kantor PA Selatpanjang, M Afrizal, kepada, Kamis (15/8/2019).

"Dari 271 perkara yang diterima, 270 di antaranya telah diputuskan. Dan itu angka sepanjang 2018 lalu," ungkapnya.

Sementara untuk 2019 hingga kemarin, Afrizal mengungkapkan total perkara yang masuk sekira 243 kasus.

Jumlah cerai gugatan yang diterima sebesar 200 perkara, sementara untuk cerai talak sebesar 43 kasus, dan yang sudah diputuskan sebesar 212 perkara.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved