Berita Riau

Tuntut Gubri Tuntaskan Karhutla, Mahasiswa Kelompok Cipayung dan Polisi Sempat Saling Dorong

Aksi unjukrasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang mengatasnama dirinya Kelompok Cipayung Kota Pekanbaru di depan kantor Gubernur Riau.

Tuntut Gubri Tuntaskan Karhutla, Mahasiswa Kelompok Cipayung dan Polisi Sempat Saling Dorong
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgio
BREAKING NEWS : Mahasiswa Cipayung Demonstrasi di Kantor Gubri, Minta Kapolda Riau dan Gubri MUNDUR 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi unjukrasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang mengatasnama dirinya Kelompok Cipayung Kota Pekanbaru di depan kantor Gubernur Riau, Kamis (15/8/2019) sempat ricuh. Kericuhan terjadi saat sejumlah mahasiswa berupaya mendobrak barisan petugas keamanan dan memaksa menerobos masuk ke dalam kantor gubernur.
Aksi saling dorong dan saling tarik baju antara petugas keamanan dengan mahasiswa ini pun tidak terhindarkan. Bahkan akibat aksi ini, sepatu salah seorang mahasiswa pun sampai terlepas.
Sebelumnya, mahasiswa datang ke Kantor Gubernur Riau dengan membawa spanduk dan bendera serta karton yang bertuliskan beragam tuntutan mereka soal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.
Setidaknya ada empat tuntutan yang mereka sampaikan pada unjukrasa itu. Di antaranya meminta Kapolda Riau mengusut tuntas dan mengungkap aktor intelektual dan koorporasi pelaku kebakaran hutan dan lahan.
Kemudian meminta gubernur Riau memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk mencabut izin perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan.
Selain itu, massa juga meminta gubernur Riau memberikan ruang diskusi kepada mahasiswa yang tergabung di Kelompok Cipayung dengan Satgas Kebakaran Lahan. Mahasiswa juga ingin dilibatkan dalam penanganan Karhutla.
"Terakhir kami meminta gubernur Riau dan Kapolda Riau untuk mengundurkan diri apabila tidak sanggup menangani kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau," kata Wanzul Fadli salah seorang koordinator aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau.
Sebagai informasi, Kelompok Cipayung yang terlibat dalam aksi ini adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia disingkat (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Dendi Zulhairi menjumpai mahasiswa. Ia mengungkapkan, saat ini petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berjibaku memadamkan api di lahan yang saat ini masih terbakar.
Personil Satgas Kathutla sudah berhari-hari melakukan pemadaman di lahan-lahan yang saat ini masih ditemukan api yang belum padam.
"Kami sampaikan penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak ada pembiaran. Di lapangan baik TNI, Polri, masyarakat bertungkus limus meninggal keluarga mereka dan mempertaruhkan nyawa mereka untuk memadamkan api di Riau," kata Dendi.
Dia menegaskan, kerja keras yang dilakukan petugas gabungan di lapangan dalam memadamkan api sudah membuah hasil. Ini terlihat dari titik api yang hanya tinggal dua titik lagi.
"Saya sampaikan bahwa sore ini titik api di Riau hanya ada dua itu, itu di Pelalawan. Jadi kita sama sekali tidak mendiamkan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau ini. Petugas terus berjuang untuk memadamkan api, jadi mari sama-sama kita berikan dukungan. Kalau tidak bisa kita berikan dukungan, kita bisa memberikan dukungan moril," ujarnya.
Sementara menyikapi tuntutan mahasiswa yang meminta agar perusahaan pelaku pembakar hutan dan lahan di Riau dicabut izinnya, Dendi berjanji akan menyampaikan ke pimpinannya. Sebab untuk pencabutan izin perusahaan perkebunan bukan kewenangan Pemprov Riau. "Pencabutan izin itu ada prosesnya dan itu kewenangan pemerintah pusat dari Kementrian LHK," katanya. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved