Desa Berlistrik di Rohul Sudah 100 Persen, Tapi 20 Dusun Ini Ternyata Masih Belum Teraliri PLN

PT PLN ULP Pasirpengarayan menargetkan 20 dusun tersebut sudah teraliri listrik PLN pada tahun 2020 mendatang.

Desa Berlistrik di Rohul Sudah 100 Persen, Tapi 20 Dusun Ini Ternyata Masih Belum Teraliri PLN
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Pekerja tengah memasang jaringan listrik. 

tribunpekanbaru.com - Meski PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero ULP Pasirpangaraian telah mencapai target 100 persen desa berlistrik di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ternyata masih ada puluhan dusun di Rohul yang belum mencicipi listrik PLN.

Manajer PT PLN ULP Pasirpangaraian, Syarifuddin mengungkapkan, Rohul menjadi kabupaten kelima yang telah teraliri listrik seluruh desa dan kelurahan. Menurutnya, dua desa terakhir yang dialiri listrik PLN adalah Desa Kasang Padang dan Desa Bonai di Kecamatan Bonai Darussalam.

Diakuinya, meski telah 100 persen desa berlistrik, namun masih ada sekitar 20 dusun di Rohul yang belum teraliri listrik PLN. Ini dikarenakan kendala seperti jarak dan lokasi yang sulit dijangkau, dan potensi pelanggan sedikit serta kendala lainnya.

"Namun kita tidak menomorduakan dusun-dusun ini ya, sebab kita punya prioritas. Mana yang prioritas kita utamakan dulu," katanya Jumat (16/8).

Selain itu, ungkap Syarifuddin, meski telah 100 persen desa berlistrik, namun Rasio Elektrifikasi (RE) di Rohul baru 65 persen. Salah satu kendalanya ada di daerah dengan infrastruktur jalan yang belum memadai, termasuk di daerah rawan banjir.

"Target kita dusun berlistrik itu di 2020. Semua dusun sudah berlistrik tapi masih ada rumah tangga belum berlistrik, itu namanya RE atau Rasio Elektrifikasi," terangnya.

Untuk mencapai RE 100 persen se-Riau, tambahnya, Provinsi telah membuat program "One Man One Hope" atau satu orang pegawai PLN memberi harapan kepada satu keluarga tidak mampu, sehingga rumah keluarga tidak mampu bisa teraliri listrik PLN.

Di luar itu, Syarifuddin berharap kesadaran masyarakat menjaga instalasi listrik di daerahnya. Seperti pohon yang mengenai kabel jaringan di daerah perkebunan. "Karena 60 persen gangguan kelistrikan itu akibat pohon. Jadi kita mohon kerjasamanya," tuturnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved