Pekanbaru

Ngaku Punya Jimat Sembuhkan Penyakit, 4 Pelaku Kuras ATM Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru Rp 119 Juta

Dua dari empat pelaku sindikat penipuan modus menggunakan jimat atau benda mustika diringkus aparat Satreskrim Polresta Pekanbaru.

Ngaku Punya Jimat Sembuhkan Penyakit, 4 Pelaku Kuras ATM Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru Rp 119 Juta
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Dua pelaku sindikat penipuan modus menggunakan jimat atau benda mustika dihadirkan bersama pelaku kasus lainnya oleh Polresta Pekanbaru dalam sebuah ekspose, Jumat (16/8/2019). 

Ngaku Punya Jimat Sembuhkan Penyakit, 4 Pelaku Kuras ATM Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru Rp 119 Juta

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua dari empat pelaku sindikat penipuan modus menggunakan jimat atau benda mustika diringkus aparat dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.

Keduanya masing-masing berinisial MS alias Sahil dan GA alias Gemra.

Meski beraksi di Pekanbaru, namun mereka berdua merupakan warga dari dua Provinsi berbeda.

MS merupakan warga Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan GA merupakan warga asal Bengkulu.

Baca: Bangun Tidur Temukan Jendela Kamar Rusak, HP Dompet Raib, Sarifah Langsung Lapor Polres Dumai Riau

Baca: Kepala Badan Penghubung Pemprov Riau ke Luar Negeri Tanpa Izin, Gubri Langsung Kasih Surat Teguran

Untuk menangkap kedua pelaku ini, Satreskrim Polresta Pekanbaru turut diback-up oleh petugas dari Polres Lahat dan Polres Bengkulu.

“Tersangka MS kita tangkap di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Sedangkan tersangka Gemra, kita tangkap di Pancur Mas, Kota Bengkulu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam saat memimpin ekspos di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (16/8/2019)

Dalam melancarkan aksinya dikatakan Awaluddin, tersangka menggunakan benda mustika yang dinamakan Jimat Mustika Sulaiman.

Mereka berempat punya peran masing-masing. Para tersangka mengaku bisa membantu untuk mengobati berbagai penyakit. Intinya, benda tersebut diklaim bisa memberikan tuah bagi penggunanya.

“Jadi pelaku sebenarnya ada empat orang. Dua tertangkap, dua orang lagi DPO (daftar pencarian orang). Mereka inisial PO dan MEI,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Dumai ini.

Baca: Para Pelaku 4 Pembunuhan Ini Dihantui Arwah Korban, Ada yang Ngaku Dicekik Hingga Diikuti Kuntilanak

Baca: Apa Alasan A Rekam Video Vina Garut Saat V Berhubungan Intim Orang Lain? Berikut Update Faktanya

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved