Polisi Buru Koordinator Demonstran di Cianjur yang Menyebabkan Empat Polisi Terbakar

M Fadil selaku Ketua Himat, Koordinator lapangan aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur pada Kamis (16/8/2019) menghilang.

Polisi Buru Koordinator Demonstran di Cianjur yang Menyebabkan Empat Polisi Terbakar
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE TRIBUN CIREBON
Aksi Unjuk Rasa di Cianjur yang menyebabkan polisi terbakar. 

Polisi Buru Koordinator Demonstran di Cianjur yang Menyebabkan Empat Polisi Terbakar

TRIBUNPEKANBARU.COM -  M Fadil selaku Ketua Himat, Koordinator lapangan aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur pada Kamis (16/8/2019) menghilang.

Ia menghilang sejak unjuk rasa berujung terbakarnya empat anggota Polri.

"Masih ada lima orang lagi yang belum diperiksa termasuk Mf karena yang bersangkutan sejauh ini belum bisa diambil keterangannya karena tidak ada, masih dicari," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Bandung, Jumat (16/8/2019).

//

Sebelum aksi, pengunjuk rasa menyampaikan pemberitahuan ke Polres Cianjur karena akan berunjuk rasa. Kordinator aksi itu yakni M Fadil.

"Kordinator aksi dalam kesepakatannya bersedia menjaga keamanan dan ketertiban dan tidak anarkis," ujar dia.

//

‎Penyidik sudah menetapkan Rs (19), kader GMNI Cianjur sebagai tersangka.

Demo Mahasiswa di Cianjur Berujung Ricuh, Ada Aksi Bakar Ban hingga Buat 3 Polisi Tersambar Api dan Alami Luka Bakar Serius
Demo Mahasiswa di Cianjur Berujung Ricuh, Ada Aksi Bakar Ban hingga Buat 3 Polisi Tersambar Api dan Alami Luka Bakar Serius (Instagram @cianjur_update via Tribun Jabar)

Ia juga mahasiswa Universitas Surya Kencana, Cianjur.

Penetapan tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi dan alat bukti yang didapat penyidik dan bukti petunjuk. Misalnya rekaman video detik-detik sebelum pembakaran.

"Sejauh ini proses hukum terhadap yang bersangkutan terus dilakukan. Namun kami dari Polda Jabar mohon doa restu, kemungkinan tersangka bertambah," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko.

 

Terhadap Rs, penyidik akan menjerat Rs dengan Pasal di KUH Pidana yakni Pasal 170 dan atau 351‎, Pasal 160 dan atau Pasal 212 dan atau Pasal 213 KUH Pidana.

"Penerapan pasalnya bersifat kumulatif. Ancaman pidana penjara maksimal di atas 5 tahun," ujar Trunoyudo.

Seperti diketahui, gabungan organisasi mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu yakni dari GMNI Cianjur, HMI, PMII, Himat, ICF, IMM dan Hima Persis.

Mereka berunjukrasa menentang ketidakadilan, pemerataan pendidikan hingga pengentasan pengangguran.

Mereka hendak menemui pimpinan DPRD Cianjur namun gagal.

Kemudian, mereka memblokir Jalan Siliwangi dan membakar ban.

Aiptu Erwin berusaha memadamkan api namun ada peserta aksi yang melempar bensin hingga api menyambar tubuh Aiptu Erwin serta tiga polisi lainnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Koordinator Aksi Mahasiswa di Cianjur Masih Dicari Polisi, https://www.tribunnews.com/regional/2019/08/16/koordinator-aksi-mahasiswa-di-cianjur-masih-dicari-polisi?page=all.

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved