Berita Riau

Wakil Rakyat di Siak Riau LAPORKAN Ketua PN Siak ke Komisi Yudisial dan Tembuskan ke Presiden Jokowi

Wakil rakyat di Siak Riau dari Partai Hanura laporkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Siak ke Komisi Yudisial (KY) dan tembuskan ke Presiden Jokowi

Wakil Rakyat di Siak Riau LAPORKAN Ketua PN Siak ke Komisi Yudisial dan Tembuskan ke Presiden Jokowi
Internet
Wakil Rakyat di Siak Riau LAPORKAN Ketua PN Siak ke Komisi Yudisial dan Tembuskan ke Presiden Jokowi 

Wakil Rakyat di Siak Riau LAPORKAN Ketua PN Siak ke Komisi Yudisial dan Tembuskan ke Presiden Jokowi

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wakil rakyat di Siak Riau dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) laporkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Siak ke Komisi Yudisial (KY) dan tembuskan ke Presiden Jokowi.

Ketua Fraksi Hanura, sekaligus anggota Komisi II DPRD Siak Ariadi Tarigan melaporkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Siak ke Komisi Yudisial.

Baca: BPJS Kesehatan Telat Bayar Tagihan Berobat ke RSUD Indrasari Rengat Riau, Ini Akibatnya

Baca: Batita Bernama M Dzakir di Riau Alami Kelainan Jantung dan Kurang Gizi, Ini Kata Wabup Meranti

Baca: Terindikasi Ada Praktik Judi, Satpol PP Pekanbaru Bakal Panggil Tujuh Pengelola Gelanggang Permainan

Ia sendiri yang menenteng berkas pelaporan ke kantor Pos Siak pada Senin (19/8/2019) sore.

"Ya, saya membawa 13 bundelan, dikirim ke alamat yang berbeda setiap bundelan. Alamat pengiriman pertama ke KY, selanjutnya tembusan ke presiden, MA, Ombudsman dan lembaga negara lainnya," kata Ariadi Tarigan di kantor Pos Siak tersebut.

Ia menguraikan, laporannya atas dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim oleh Ketua PN Siak Bambang Trikoro, hakim, majlis hakim pada perkara Nomor 115/Pid.B/2019/PN.Sak dan Nomor 116/Pid.B/2019/PN.Sak tanggal 17 Juli 2019 atas nama Suratno (dalam kapasitasnya selaku Direktur PT Duta Swakarya Indah/DSI) dan Teten Effendi dalam perkara pidana dugaan menggunakan surat palsu atau menerbitkan izin dengan dasar dan kondisi yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Perkara itu diduga berpotensi memiliki konflik kepentingan dengan perkara pidana yang lebih dahulu telah disidangkan dengan Nomor 81/Pid.Sus/2019/PN.Sak dengan terdakwanya Misno Bin Karyorejo (dalam kapasitasnya selaku Direktur PT DSI).

"Ada 3 hakim yang sebelumnya menyidangkan perkara PT DSI, yakni Hakim Ketua Rozza El Afrina, hakim anggota Risca Fajarwati dan Selo Tantular. Dalam perkara PT DSI yang lain, ketiganya pula yang ditunjuk. Padahal Ketua PN Siak Bambang Trikoro sudah sesumbar untuk tidak menunjuk hakim yang sama pada perkara lain PT DSI," kata dia.

Wakil Rakyat di Siak Riau LAPORKAN Ketua PN Siak ke Komisi Yudisial dan Tembuskan ke Presiden Jokowi
Wakil Rakyat di Siak Riau LAPORKAN Ketua PN Siak ke Komisi Yudisial dan Tembuskan ke Presiden Jokowi (Internet)

Laporan tersebut dilayangkan Ariadi karena ada alasan prinsipil.

Apalagi ia pernah melakukan hearing berkenaan dengan permasalahan klaim PT DSI pada 2010 atas lahan yang terletak di lintasan jalan Siak- Dayun dan lintasan jalan Siak – Koto Gasib.

Baca: Jumlah TITIK API di Riau Senin Sore Ini Capai 61 Titik, Ini Lokasinya dan Terbanyak di Pelalawan

Baca: Perputaran Uang Selama Pacu Jalur Kuansing Riau Diperkirakan Capai Rp 15 Miliar Lebih

Baca: Mantan Pelatih PSPS Riau Philep Hansen Ditujuk PSSI Jadi Instruktur Pelatih Lisensi D Nasional

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved