Wapres JK: Makin Dibahas Pancasila Itu Makin Bingung, Seharusnya Dihayati

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pancasila sebagai dasar negara harus dilaksanakan secara bersama-sama.

Wapres JK:  Makin Dibahas Pancasila Itu Makin Bingung, Seharusnya Dihayati
Dokumentasi Tribunpekanbaru
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. 

Wapres JK: Makin Dibahas Pancasila Itu Makin Bingung, Seharusnya Dihayati

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pancasila sebagai dasar negara harus dilaksanakan secara bersama-sama.

Pancasila harus dihayati oleh semua elemen agar bisa dilaksanakan.

"Kalau dihayati berarti harus dipahami dan tentunya harus sederhana. Karena kita tak paham kalau tak sederhana," kata Jusuf Kalla saat menghadiri hari Konstitusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, (18/8/2019).

Untuk itu menurut Jusuf Kalla, Pancasila harus sederhana dan tegas.

Dalam kongres di Yogyakarta, Jusuf Kalla pernah menyampaikan bahwa bila semakin dibahas, maka Pancasila semakin membingungkan.

"Di konferensi Pancasila di Yogyakarta, saya bilang apa yang bapa bicarakan selama sebelas tahun, makin dibahas Pancasila itu makin bingung kita. Karena ini (harusnya) dihayati. Makin banyak papernya, makin bingung orang," katanya.

Oleh karenanya menurut Jusuf Kalla, Pancasila tidak perlu banyak diseminarkan, melainkan cukup dijelaskan saja makna setiap silanya.

"Jadi seperti itulah harapan kita. Saya tak berbicara panjang, walaupun terakhir juga berdiri di sini. Tapi saya ini hanya mengharapkan bahwa kita memaknakan sesuai apa adanya. Kita bicara bagaimana mencapai tujuan yang baik, karena sekali lagi konstitusi, Pancasila, Bung Karno merumuskannya bukan untuk diseminarkan, tapi untuk dilaksanakan. Saya kira itu," tutur Jusuf Kalla.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jusuf Kalla: Semakin banyak Paper Pancasila Semakin Bingung Orang, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/08/18/jusuf-kalla-semakin-banyak-paper-pancasila-semakin-bingung-orang.

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved