Menpar Tinjau Pelabuhan RoRo Dumai-Malaka di Dumai, Sebut 19 September Nanti Diuji Coba

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, dua atau tiga pekan setelah uji coba biasanya akan langsung operasional penuh.

Menpar Tinjau Pelabuhan RoRo Dumai-Malaka di Dumai, Sebut 19 September Nanti Diuji Coba
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubri dan Wako Dumai saat meninjau dermaga Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan, Dumai. 

tribunpekanbaru.com - Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, bekunjung ke Kota Dumai pada Selasa (20/8). Kunjungan itu untuk meninjau persiapan pelabuhan RoRo Dumai-Malaka, sebagai penunjang pariwisata Indonesia-Malaysia.

Arief menyebut, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Dirut ASDP sebagai perusahaan provider kapal antarpulau antarnegara tersebut.

"Saya sudah bicara dengan Dirut ASDP Ira Puspita Dewi. Beliau mengatakan, akan melakukan percobaan (RoRo Dumai-Malaka) pada 19 September 2019 nanti. Paling tidak dua atau tiga minggu setelahnya akan dilakukan operasional," kata Arief.

Dia menargetkan jalur Dumai-Malaka bisa menyumbang trafik terbesar setelah Bali, DKI Jakarta, dan Kepri. "Harapannya, Dumai-Malaka bisa menjadi penyumbang terbesar dengan target kunjungan 2,5 juta wisatawan seperti di Kepri," tambah Arief.

Untuk menunjang pariwisata, ada dua hal yang menjadi perhatian utama yakni proximity dan purchasing power. Proximity, menurut Arief, adalah kedekatan jarak dan kebudayaan. Dumai menurutnya sudah memenuhi dua hal dalam unsur proximity tersebut.

Sedangkan purchasing power, dalam hal ini relatifitas di Dumai yang dinilai cukup tinggi. "Banyak daerah dengan purchasing power tinggi tapi belum tentu bisa mengelola pariwisata dengan baik. Itu banyak, tak perlu saya sebutkan di mana," katanya.

"Sedangkan Dumai, menurut saya sudah memenuhi dua hal itu. Makanya saya minta ke semua teman-teman Kemenpar agar segera dipublikasikan isu RoRo Dumai-Malaka untuk menunjang sektor pariwisatanya," papar dia.

Arief mengakui masih ada kendala yang jadi perhatian Kemenpar terhadap Kota Dumai dari sektor yang ia tekuni, yakni persoalan akses dan pengajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang belum terealisasi sepenuhnya.

Menurut Arief, pengurusan KEK memang tidak mudah. Namun setelahnya akan banyak kemudahan bisa didapat Kota Dumai.

"Misalnya, dengan disetujuinya Dumai jadi KEK, maka pemerintah dengan sendirinya akan melakukan bantuan pembangunan seperti bandara, pelabuhan, dan akses lainnya untuk mempermudah laju investasi dan kenyamanan wisatawan," jelas Arief.

Untuk itu, kepada Gubernur Riau H Syamsuar, Arief berpesan agar segera dilakukan pemilihan destinasi wisata apa saja yang akan jadi bahan jualan Pemprov Riau nantinya.

Menanggapi hal ini, H Syamsuar mengatakan, ada beberapa event pariwisata yang akan dipromosikan. Di antaranya Tour de Siak di Siak, pacu jalur di Kuasing, bakar tongkang di Rohil, dragon boat di Kampar, dan lainnya.

"Banyak yang bisa dijual di Riau untuk pariwisata. Misalnya Tour de Siak, besok jalurnya akan sampai Dumai kalau jalan tol sudah jadi," terangnya.

Selama di Dumai, Arief Yahya juga menengok sejumlah lokasi wisata dan infrastruktur pendukung seperti kawasan Bandar Bakau, dan infrastruktur pelabuhan Bandar Sri Junjungan serta pelabuhan internasional Pelindo I cabang Dumai. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved