Pekanbaru

Liburkan Siswa karena Kabut Asap? Disdik Pekanbaru Persilahkan Sekolah Ambil Kebijakan Situasional

Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru hingga, Rabu (21/8/2019). Kondisi ini sudah terjadi selama tiga pekan.

Liburkan Siswa karena Kabut Asap? Disdik Pekanbaru Persilahkan Sekolah Ambil Kebijakan Situasional
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Diskes dan Disdik Pelalawan Riau membagikan masksr kepada siswa di SDN 009 Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. Hingga kini siswa sekolah belum diliburkan meski kabut asap semakin parah. 

Liburkan Siswa karena Kabut Asap? Disdik Pekanbaru Persilahkan Sekolah Ambil Kebijakan Situasional

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru hingga, Rabu (21/8/2019). Kondisi ini sudah terjadi selama tiga pekan.

Saat ini secara umum data ISPU menunjukkan kualitas udara di Pekanbaru pada level sedang. Namun di beberapa wilayah ada kualitas udara yang sudah masuk level tidak sehat.

Kondisi ini tentu bisa saja berdampak pada kesehatan para peserta didik.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mempersilahkan pihak sekolah ambil kebijakan untuk liburkan siswa.

Baca: BREAKING NEWS: Hingga Kini, 2.730 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Menebal di Riau

Baca: BREAKING NEWS: Masih Berasap, Pagi Ini Terpantau 59 Hotspot di Riau

Kebijakan yang diambil harus situasional. Dinas sudah mengirimkan edaran terkait kebijakan ini.

"Kalau memang kabut asap pekat dan peserta didik sesak nafas, maka bisa saja pihak sekolah pulangkan atau liburkan untuk sementara," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal kepada Tribun, Rabu.

Menurutnya, pihak sekolah harus berkordinasi dengan dinas dan orangtua siswa. Mereka harus melapor adanya rencana meliburkan atau memulangkan peserta didik lebih awal.

Prosesnya harus secara bertahap. Pihak sekolah tidak bisa memulangkan peserta didik di SD sekaligus.

Mereka bisa memulangkan murid kelas 1, 2 dan 3. Saat kondisi semakin tidak sehat, pihak sekolah bisa memulangkan murid kelas 4,5 dan 6.

"Lain halnya dengan murid TK, mereka bisa dipulangkan langsung sekaligus," jelasnya.

Baca: Persib Bandung Rekrut Omid Nazari, Gelandang Serang Ini Punya Kesan Mendalam Pada Persija Jakarta

Jamal menyebut pihak sekolah juga bisa menyikapi kondisi kabut asap dengan memundurkan jadwal masuk. Namun hal ini harus dipertimbangkan dengan kondisi kabut asap.

"Intinya situasional, harus ada kordinaasi ke dinas. Sekolah harus beri tahu orangtua juga. Kita sudah sampaikan ke pihak sekolah," terangnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved