Komunitas Baca Buku di Riau

STORY : Mendorong Minat Baca dari Jalanan, Gelar Buku di Bawah Terik Matahari

BERDASARKAN hasil penelitian perpustakaan nasional tahun 2017, perhari, rata-rata orang Indonesia hanya baca buku kurang dari satu jam.

STORY : Mendorong Minat Baca dari Jalanan,  Gelar Buku di Bawah Terik Matahari
tribunpekanbaru.com/nasuha nasution
Satu kelompok komunitas Baca Buku di Riau menggelar buku RTH Kaca Mayang, Pekanbaru, Minggu (18/8/2019) atau bertepatan dengan gelar Car Free Day. 

STORY : Mendorong Minat Baca dari Jalanan,  Gelar Buku di Bawah Terik Matahari

BERDASARKAN hasil penelitian perpustakaan nasional tahun 2017, perhari, rata-rata orang Indonesia hanya baca buku kurang dari satu jam, hanya membaca buku 3-4 kali per minggu, dengan durasi waktu membaca per hari rata-rata 30-59 menit.

Sedangkan, jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya 5-9 buku. Padahal dalam satu tahun terdapat 365 hari.

"Dalam keseluruhan hari itu, rata-rata bangsa kita hanya mampu menghabiskan 5-9 buku saja," sebut Nugroho Noto Susanto saat ditemui Bukalapak Baca Gratis di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang, akhir pekan lalu.

Nugroho dan kawan-kawan, saban akhir pekan, persisnya di hari Car Free Day Kota Pekanbaru, mereka selalu menggelar puluhan buku yang dibentang di atas tikar di area itu. Tak peduli dengan terik matahari, aktivis-aktivis literasi ini tanpa pamrih mengajak warga agar peduli dengan kegiatan membaca.

Kepada Tribun, Nugroho bercerita,saat ini kualitas membaca dan menulis bangsa Indonesia masih rendah.

Ia menyebutkan, dari penelitian tentang kualitas literasi di skala global, posisi Indonesia berada dalam peringkat yang sangat mengkhawatirkan.

Salah satu penelitian itu dilakukan oleh John W. Miller, presiden Central Connecticut State University, Conn. New Britain Amerika Serikat, dengan judul The World's Most Literate Nations (WMLN).

Baca: Warga di Riau Diterkam Buaya Saat Mencari Udang, Basarnas Pekanbaru Turunkan Tim di Tembilahan

Baca: Soal Pemindahan Ibu Kota Negara, Fadli Zon Angkat Bicara Jokowi Masih Miskin Narasi

Baca: Kini Tinggal di Inggris, Berikut Sosok Benny Wenda: Disebut Tokoh di Balik Kerusuhan Papua

Penelitian tersebut menganalisis perilaku dan daya dukung negara terhadap dunia literasi warganya.

Lima indikator digunakan dalam mengukur tingkat literasi suatu warga negara yaitu ketersediaan perpustakaan, koran, input dan output pendidikan, dan ketersediaan komputer.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved