Terdakwa Penyuap Bowo Sidik Divonis Bersalah, Kurungan Satu Setengah Tahun Penjara

Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (21/8/2019) menjatuhkan vonis kepada terdakwa Asty Winasti

Terdakwa Penyuap Bowo Sidik Divonis Bersalah, Kurungan Satu Setengah Tahun Penjara
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti saat menjalani sidang kasus suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019). 

Terdakwa Penyuap Bowo Sidik Divonis Bersalah, Kurungan Satu Setengah Tahun Penjara

TRIBUNPEKANBARU.COM - Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (21/8/2019) menjatuhkan vonis kepada terdakwa Asty Winasti

Asty merupakan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) yang menjadi terdakwa dalam kasus suap kepada anggota DPR Bowo Sidik.

Asty divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan oleh majelis hakim.

Vonis ini lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca: Jadi Tersangka, Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso Diduga Terima Suap untuk Serangan Fajar Jadi Caleg

"Mengadili, menyatakan terdakwa Asty Winasti telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh saat membacakan amar putusan.

Atas vonis ini, baik jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Asty Winasti menggunakan masa pikir-pikir.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan Asty adalah tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hal yang meringankan, yakni Asty bersikap sopan di persidangan, menyesali perbuatannya dan berjanji tak akan mengulanginya, belum permah dihukum dan Asty merupakan seorang ibu yang memiliki anak yang masih kecil yang membutuhkan kasih sayang.

Menurut hakim, Asty terbukti menyuap anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso sebesar 163.733 dollar AS atau setara Rp 2,3 miliar dan uang tunai sekitar Rp 311 juta secara bertahap.

Baca: Kemenpan RB Akan Sanksi Pemda Yang Angkat Tenaga Honorer

Majelis hakim meyakini pemberian uang ke Bowo itu dilakukan Asty bersama Direktur PT HTK Taufik Agustono.

Menurut hakim, pemberian uang itu dimaksudkan agar Bowo membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan dan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT PILOG).

Baca: Sorong dan Manokwari Mereda, Presiden Jokowi Telpon Gubernur, Pantau Papua

Perjanjian itu terkait kepentingan distribusi amonia. Asty dianggap terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyuap Bowo Sidik Pangarso Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara", https://nasional.kompas.com/read/2019/08/21/18244111/penyuap-bowo-sidik-pangarso-divonis1tahun-6-bulan-penjara

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved