Citizen Report

Ajak Anak Mengenal Pertanian dengan Eco School, Monitoring Kangkung dan Sawi Jadi Rutinitas Harian

Ajak anak mengenal pertanian dengan Eco School, monitoring kangkung dan sawi jadi rutinitas harian merupakan program kerja mahasiswa Tim Pengabdian

Ajak Anak Mengenal Pertanian dengan Eco School, Monitoring Kangkung dan Sawi Jadi Rutinitas Harian
Tribun Pekanbaru/Istimewa/Arina Nihayati
Ajak Anak Mengenal Pertanian dengan Eco School, Monitoring Kangkung dan Sawi Jadi Rutinitas Harian 

Ajak Anak Mengenal Pertanian dengan Eco School, Monitoring Kangkung dan Sawi Jadi Rutinitas Harian

TRIBUNPEKANBARU.COM, CITIZENJOURNALISM - Ajak anak mengenal pertanian dengan Eco School, monitoring kangkung dan sawi jadi rutinitas harian merupakan program kerja mahasiswa Tim Pengabdian LPPM Universitas Riau.

Program kerja oleh Tim Pengabdian LPPM Universitas Riau di Desa Air Emas 2019 berupaya untuk adanya swasembada pangan tingkat desa dan kemandirian sekolah melalui program eco-school untuk menghidupkan taman-taman dengan sayur-sayuran.

Baca: JADWAL LENGKAP Pelantikan Anggota DPRD Riau dan DPRD Kabupaten dan Kota, Siapa Ketua DPRD Riau?

Baca: PENGAKUAN Istri Anggota TNI di Riau yang Ditinggal Tugas ke Atambua, Baru Pertama Kali Ditinggalkan

Baca: Karhutla di Riau Akibatkan KABUT ASAP di Riau dan Udara TIDAK SEHAT di Inhu, Warga Kurangi Aktifitas

Baca: HAKIM di Riau Perintahkan JPU untuk PANGGIL PAKSA Saksi yang Mangkir Sidang Kasus Aktivis Koto Aman

"Misi yang kami usung,  agar murid-murid dapat memanfaatkan lahan sekitaran sekolah agar ditanami dengan tanaman sayur-sayuran sehingga dapat menjadi pembelajaran sejak dini dan memanfaatkan barang-barang (botol plastik) sebagai media tanam", ujar Melda saat penyampaian materi eco-school pada bulan Juli silam.

Materi yang dibawakan oleh Mahasiswa Tim Pengabdian LPPM Universitas Riau di SDN 009 Desa Air Emas terbagi menjadi 3 materi setiap hari sabtu selama 3 minggu.

Materi pertama mengenai urgensi dan pengenalan pertanian di murid-murid SDN 009.

Materi pada minggu ke 2 yaitu edukasi pembuatan media tanam untuk memanfaatkan botol-botol bekas agar dapat dimanfaatkan.

Pada minggu terakhir penyelenggaraan eco-school yaitu praktek lapangan mengenai penanaman bibit kangkung dan sawi kemudian dilanjutkan dengan merenovasi dan menghias taman sekolah.

Baca: Empat Orang ASN dan Dua Honorer di Riau TERCIDUK Satpol PP di Kedai Kopi Saat Jam Kerja

Baca: SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga

Baca: Mahasiswa Riau Geruduk Kantor BJB Pekanbaru, Minta Transparan Terkait Dugaan KEJAHATAN PERBANKAN

Baca: Menteri Pariwisata Umumkan dengan Pantun, Pacu Jalur di Riau Masuk Kalender Pariwisata Nasional 2020

"Saya senang mengikuti program ini, belajar pertanian seru dan belajar di outdoor",  ungkap Fadli siswa kelas 5.

Sebelum berakhirnya pengabdian Tim Pengabdian mengamanatkan ke murid-murid untuk perawatan taman dan menyiram setiap pagi. 

Ajak Anak Mengenal Pertanian dengan Eco School, Monitoring Kangkung dan Sawi Jadi Rutinitas Harian. (Tribunpekanbaru.com/Citizen Journalism/Arina Nihayati)

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved