LIVE FB - Elemen Masyarakat Riau Deklarasi di LAM Lawan Karhutla

Sejumlah elemen masyarakat melakukan deklarasi perlawanan terhadap aksi pembakaran hutan dan lahan.

LIVE FB - Elemen Masyarakat Riau Deklarasi di LAM Lawan Karhutla
tribun pekanbaru
LIVE FB - Elemen Masyarakat Riau Deklarasi di LAM Lawan Karhutla 

Pemerintah Berharap Negara Lain tak Protes Asap Karhutla 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pemerintah berharap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah tempat di indonesia tak mengganggu negara tetangga.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berharap tidak ada negara lain yang memprotes akan asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang terjadi di Indonesia.

"Mudah-mudahan tidak ada protes dari negara lain ya karena kita tahu bahwa Indonesia dianggap sebagai paru-paru dunia. Maka, kalau ada kebakaran akan menjadi perhatian dunia," ujar Wiranto seusai rapat koordinasi khusus tingkat menteri terkait karhutla di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Ia menambahkan, jika ada protes karena asap karhutla menganggu aktivitas masyarakat negara lain, maka Indonesia akan dinilai sebagai negara yang merusak ekosistem lingkungan hidup.

"Oleh karena itu, ini tugas yang cukup berat. Kalau ada kebakaran, kita akan dinilai bahwa seakan-akan tak bisa menjaga paru-paru dunia," paparnya kemudian.

Diakui Wiranto, berdasarkan laporan dari Kementerian Luar Negeri RI, hingga kini belum ada protes dari negara lain terkait karhutla.

Wiranto menambahkan, pemerintah dan lembaga terkait kini fokus dalam upaya pencegahan dan mengurangi titik api karhutla.

Menurutnya, pencegahan dan pengendalian menjadi langkah menekan karhutla sepanjang musim kemarau hingga September 2019.

"BMKG sudah memberikan peringatan bahwa puncak kemarau pada Agustus dan September 2019. Nah, kita lihat titik api juga fluktuatif, artinya kita butuh keseriusan bersama menekan titik api sepanjang musim kemarau," paparnya kemudian.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Hendri Gusmulyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved