Citizen Report

Mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau Panen Raya Bersama Warga Kampung Jayapura

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Tematik Universitas Riau panen raya bersama warga Kampung Jayapura

Mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau Panen Raya Bersama Warga Kampung Jayapura
Tribun Pekanbaru/Istimewa/Rando
Mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau Panen Raya Bersama Warga Kampung Jayapura 

Mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau Panen Raya Bersama Warga Kampung Jayapura

TRIBUNPEKANBARU.COM, CITIZENJOURNALISM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Tematik Universitas Riau panen raya bersama warga Kampung Jayapura.

Panen raya di kampung jayapura sudah merupakan tradisi masyarakat di kecamatan yang notaben nya sebagai kampung petani penghasil padi terbesar se provinsi Riau.

Baca: JADWAL LENGKAP Pelantikan Anggota DPRD Riau dan DPRD Kabupaten dan Kota, Siapa Ketua DPRD Riau?

Baca: PENGAKUAN Istri Anggota TNI di Riau yang Ditinggal Tugas ke Atambua, Baru Pertama Kali Ditinggalkan

Baca: Karhutla di Riau Akibatkan KABUT ASAP di Riau dan Udara TIDAK SEHAT di Inhu, Warga Kurangi Aktifitas

Baca: HAKIM di Riau Perintahkan JPU untuk PANGGIL PAKSA Saksi yang Mangkir Sidang Kasus Aktivis Koto Aman

Setiap tahun masyarakat sangat antusias untuk menunggu musim panen padi di kecamatan Bungaraya terkhusus di kampung Jayapura yang mana panen raya ini dilaksanakan hanya 2 kali dalam 1 tahun.

Panen raya pada tahun ini dapat dikatakan kurang memuaskan menurut para petani setempat yang mana masih ada faktor yang sulit dikontrol atau ditebak oleh para petani khususnya iklim atau cuaca.

Ini berkaitan dengan curah hujan, intensitas cahaya, temperatur dan kelembaban yang sangat menentukan pertumbuhan tanaman padi.

Menurut salah satu petani yang kami tanyai mengenai kegiatan panen raya tahun ini mengatakan, tahun ini produksi padi sedikit mengalami penurunan dari panen raya sebelumnya.

Akibat penurunan produksi ini, tingkat kerugian petani hampir mencapai 50 persen.

Hal ini disebabkan hama yang sulit diatasi yang kebanyakan menyerang bagian penting dalam proses berkembang nya padi, masyarakat setempat menyebutnya hama patah leher yang sampai saat ini masih sulit diatasi dan ditakuti banyak petani.

Baca: Empat Orang ASN dan Dua Honorer di Riau TERCIDUK Satpol PP di Kedai Kopi Saat Jam Kerja

Baca: SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga

Baca: Mahasiswa Riau Geruduk Kantor BJB Pekanbaru, Minta Transparan Terkait Dugaan KEJAHATAN PERBANKAN

Baca: Menteri Pariwisata Umumkan dengan Pantun, Pacu Jalur di Riau Masuk Kalender Pariwisata Nasional 2020

Panen raya di kampung Jayapura tidak dilakukan secara serentak namun pelaksanaannya dalam rentang waktu bulan Juli sampai dengan bulan Agustus.

Dalam pelaksanaan panen raya di kampung Jayapura, petani sudah menggunakan teknologi modern (mesin).

Namun, pada panen raya kali ini bertepatan dengan jadwal kukerta, sehingga mahasiswa/i kukerta UNRI 2019 bisa turut membantu proses pelaksanaan panen raya di kampung Jayapura.

Mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau Panen Raya Bersama Warga Kampung Jayapura. (Tribunpekanbaru.com/Citizen Journalism/Rando)

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved