Dumai

Polres Dumai Musnahkan Puluhan Kilo Barang Bukti Narkotika, Cegah Peredaran Narkoba di Riau

Polres Dumai lakukan pemusnahan barang bukti narkotika dari lima perkara hasil tangkapan semester kedua 2019.

Polres Dumai Musnahkan Puluhan Kilo Barang Bukti Narkotika, Cegah Peredaran Narkoba di Riau
Polres Dumai
Pemusnahan secara langsung dipimpin oleh Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan beserta sejumlah perwakilan dari forkopimda di lingkungan Kota Dumai. 

Polres Dumai Musnahkan Puluhan Kilo Barang Bukti Narkotika, Cegah Peredaran Narkoba di Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Polres Dumai lakukan pemusnahan barang bukti narkotika dari lima perkara hasil tangkapan semester kedua 2019.

Pemusnahan dilakukan di halaman Manggala Agni Daops Dumai di Jalan Lintas Dumai-Pekanbaru itu dihadiri oleh sejumlah undangan dari Forkopimda di lingkungan Kota Dumai.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan mengatakan, barang bukti tersebut merupakan hasil dari lima tangkapan.

"Barang bukti ini merupakan dari lima perkara dengan sembilan tersangka yang kemudian kita musnahkan. Diantaranya adalah 38 kg ganja, 28,5 kg sabu dan sekitar 20 ribuan butir pil ekstasi," kata Restika.

Baca: Fakta Baru Pembunuhan ABG di Riau: Baru Bersetubuh 1 Menit Korban Kabur, YG Pukul dengan Cangkul

Baca: STORY - Bocah Izzah Derita Tumor Otak Sampai Meraung Menahan Sakit, Sang Ayah Berharap Uluran Tangan

Pemusnahan dibagi kedalam dua tahap. Pemusnahan terhadap sabu dan ekstasi dengan cara dirusak dan selanjutnys pemusnahan ganja dengan cara dibakar.

"Ganja ini beradal dari Aceh dan sabu dari Malaysia. Penangkapan para tersangka juga dilakukan oleh sejumlah pihak seperi Polres Dumai dan Bea Cukai Cumai," tambahnya.

Dalam pemusnahan tersebut, para tersangka yang diancam dengan hukuman 20 tahun penjara minimal dan seumur hidup maksimal itu turut dihadirkan.

Baca: STORY - Pacu Jalur Kuansing: Mengayuh di Antara Dentuman Meriam dan Bendera di Sungai Kuantan Riau

Kapolres menjelaskan, pihaknya berkomitmen dalam menabuh genderang perang melawan peredaran narkotika di wilayah hukum Kota Dumai.

"Dari keterangan para tersangka kami yakini, bahwa masing-masing berasal dari jaringan berbeda," ujarnya.

"Sayangnya, mereka (tersangka, red) tak mau menyebut siapa pemesan ataupun bandar dari barang-barang ini. Hal ini kemudian yang membuat mata rantai penyelidikan ini terputus," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved