Berita Riau

Isi Kapal Berantakan, Setahun Ditambat, KM Banawa Nusantara Terbalik di Selatpanjang Riau

Kapal yang disalurkan oleh Kemenhub RI pertengahan tahun 2018 lalu itu terbalik di Turap Pelindo I Selatpanjang. Lambung kapal dipenuhi air.

Isi Kapal Berantakan, Setahun Ditambat, KM Banawa Nusantara Terbalik di Selatpanjang Riau
istimewa
Kapal KM Banawa Nusantara III yang diterima oleh Pemkab Kepulauan Meranti berada dalam kondisi terbalik di Turap Pelindo I Selatpanjang, Jumat (23/8/2019). 

"Sudah hampir seminggu kapal ini tenggelam dan dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya untuk menyelamatkannya. Padahal, peralatannya masih utuh di dalam, seperti mesin induk, mesin listrik dan peralatan lain," ungkapnya.

Semula kapal tersebut diperuntukkan membuka akses transportasi bagi warga yang terisolasi.
Banawa Nusantara III dibuat oleh PT Barokah Marine Pekalongan.

Kapal berbahan dasar kayu itu dilengkapi fasilitas lengkap seperti televisi LED 30 inci, GPS, alarm, alat pemadam kebakaran dan black box.

Untuk Pelayaran Rakyat

Kapal KM Banawa Nusantara III diserahkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada Wabup Kepulauan Meranti H Said Hasyim. Serah terima dilakukan di Terminal
Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar, Sulawesi Selatan, 19 April 2018 silam.

Setelah dijemput dan tiba di Selatpanjang, Sekda Yulian Norwis bersama jajarannya melakukan pengecekan dan ujicoba. Kapal tersebut diberikan untuk diperuntukkan bagi Pelayaran Rakyat (Pelra) atau sebagai fasilitas pariwisata daerah.

Beberapa bulan setelah diterima, Dishub masih bingung dan belum memutuskan penggunaan kapal tersebut untuk apa. Hingga akhirnya kapal tersebut akhirnya ditambat di dermaga sandar sederhana di samping pelabuhan PT Pelindo.

Mengetahui ada kapal "mengganggur", Kades Topang, Syamsuharto mencoba mengambil peluang, agar kapal tersebut bisa dimanfaatkan untuk sarana transportasi masyarakat Pulau Topang.

Apalagi desa ini memiliki pulau sendiri dan terpisah dari seluruh wilayah di Meranti.

Melihat efektivitas pemanfaatannya sangat besar, Dishub Meranti menyerahkan pengelolaan kapal ke Topang.

Belum sempat diserahkan, kapal yang sudah parkir selama lebih kurang setahun itu tenggelam.
"Kami sudah mencoba menghubungi Kades Topang, untuk segera membawa kapal ini untuk dioperasionalkan. Namun hingga kini belum diambil," ungkap Aready. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved