Breaking News:

Artikel

Menjadikan Revolusi Mental Tidak Sebatas Wacana

Hanya ada dua kekuatan didunia ini yang sulit terkalahkan yaitu pedang dan pikiran, dan fakta membuktikan bahwa pedang pun selalu terkalahkan

Tribun Pekanbaru/Istimewa/Youtube
Menjadikan Revolusi Mental Tidak Sebatas Wacana 

Gerakan ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa yang mengacu kepada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Menang benar dan patut dipuji, langkah yang diambil pemerintah ini adalah untuk kepentingan bangsa dan pihak pemerintah sangat serius dalam hal ini, jelas sekali perlu dukungan dari seluruh anak bangsa tentunya.

Namun pertanyaannya, mengapa revolusi mental ini,  belum memperlihatkan hasil nyata, dan kita pun harus jujur, bahwa kita semua juga belum secara optimal berperan aktif untuk mensukseskan program revolusi mental tersebut. 

Ada apa ya, dan mengapa juga sebagian dari kita mungkin merasa bahwa program revolusi mental itu adalah itu  urusan dari pihak pemerintah saja?

Memang banyak timbul pertanyaan lain yang mengelitik di benak kita, yang masih meninggalkan teka-teki tersendiri.

Gerakan dari revolusi mental ini bila kita melirik kebelakang sejenak dalam sejarah bangasa Indonesia, sudah pernah dicertuskan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957.

Dalam catatan diberbagai literatur disebutkan bahwa Bung Karno  memandang perlu mengumandangkan gagasan revolusi mental dengan latar belakangan  adanya kemandekan  sebab tujuan revolusi belum tercapai .

Saat itu diduga penyebab kemandekan tersebut disebabkan oleh sejumlah hal antara lain penurunan semangat dan jiwa revolusioner para pelaku revolusi, baik rakyat maupun pemimpin nasional; pemimpin politik masa itu masih mengidap penyakit warisan kolonial seperti "hollands denken", atau gaya berpikir penjajah Belanda; dan, penyelewengan wewenang  di lapangan ekonomi, politik, dan kebudayaan..

Eropa yang sangat modern saat ini, ternyata melalui proses revolusi beberapa tahapan.

Di berbagai bidang yaitu, revolusi mental budaya-renaisans, revolusi industri-ekonomi, revolusi politik, dan revolusi ideologi di akhir abad ke-20.

Halaman
123
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved