Siak

STORY - Selamatkan Pemukiman dari Abrasi, Perjuangan Junaidi Ubah Lahan Gundul Jadi Ekowisata Riau

Jika Junaidi terlambat menanam pohon, mungkin sudah puluhan rumah yang hanyut akibat abrasi.

STORY - Selamatkan Pemukiman dari Abrasi, Perjuangan Junaidi Ubah Lahan Gundul Jadi Ekowisata Riau
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Junaidi, pengelola Ekowisata Mangrove Sungai Rawa berjalan di atas track yang dibangunnya, Kamis (22/8/2019). Kawasan ini dulu gundul, kini sudah rimbun dan menyimpan 36 jenis mangrove. 

STORY - Selamatkan Pemukiman dari Abrasi, Perjuangan Junaidi Ubah Lahan Gundul Jadi Ekowisata

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kampung itu nyaris terendam. Ombak laut terus mengikis tebing yang menjadi batas ke pemukiman.

Jika Junaidi terlambat menanam pohon, mungkin sudah puluhan rumah yang hanyut akibat abrasi.

Junaidi merupakan penduduk asli Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Usianya sudah memasuki angka 50 tahun.

Ancaman abrasi di kampung itu memaksanya untuk tidak kembali merantau ke Tanjung Pinang, sebelumnya Malaysia dan Jakarta, 2002 silam.

Baca: STORY Pacu Jalur di Riau Jadi Ajang CARI JODOH, Bujang dan Dara Ikuti Maelo Jalur, Bisa Saling Lirik

Junaidi mengerahkan perhatiannya ke bibir pantai yang nyaris merenggut rumah familinya. Sekarang jarak rumah itu dengan bibir pantai tinggal sekitar 40 meter lagi.

Sudah 12 tahun lamanya memperbaiki garis pantai yang rusak akibat kegundulan hutan. Ia berjuang mengajak warga sekitar menanam pohon.

Kini, berbagai jenis mangrove yang ditanami sudah tumbuh lebat. Bahkan sudah menjadi benteng pertahanan pergeseran garis pantai dari ancaman ombak pasang.

Kampung itu berada di pesisir Kabupaten Siak, tepian Selat Panjang.Tepatnya kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit.

Garis pantainya berhadapan langsung dengan Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved