Tinjau Kebakaran Pasar Terapung, Wabup Inhil Sebut Ini Kebakaran Terberat

Kebakaran Pasar Terapung di Tembilahan menghanguskan ratusan kios dan ruko. Namun Disdagperin Inhil belum memutuskan lokasi penampungan sementara.

Tinjau Kebakaran Pasar Terapung, Wabup Inhil Sebut Ini Kebakaran Terberat
tribun pekanbaru
Wabup Inhil H Syamsuddin Uti bersama Kepala DPKP Inhil, Sirajuddin, Plt Disperindag Dhoan Dwi Anggara, Sekretaris dan Camat Tembilahan Kota, Khusairi, saat meninjau puing Pasar Terapung, Kamis (22/8) lalu. 

tribunpekanbaru.com - Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil) H Syamsuddin Uti, menilai musibah kebakaran yang menimpa Pasar Terapung, Tembilahan, sebagai kebakaran terberat yang dialami.

Apalagi kebakaran ini terjadi di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menekan intensitas musibah kebakaran, yang kerap terjadi di Inhil dalam beberapa bulan terakhir.

“Sebenarnya Pemerintah Daerah kita sedang fokus dengan masalah api, masalah kebakaran, karena sudah berapa kali kejadian. Ini termasuk kejadian terberat (terparah),” kata Wabup yang akrab disapa SU ini, saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Terapung, Kamis (22/8) lalu.

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, SU juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, DPKP Inhil, BPBD Inhil, serta semua pihak yang telah ikut membantu memadamkan api.

“Kita mendapatkan musibah kebakaran yang sangat fatal di daerah yang vital di Pasar Terapung, hingga menjalar ke ruko-ruko, suatu hal yang tidak mungkin kita elak lagi,” katanya.

Kepada masyarakat, Syamsuddin mengimbau agar berhati–hati dalam kondisi apapun, terutama terhadap bahaya kebakaran. Begitu juga bagi korban, dia berharap agar tetap tabah dan ikhlas dengan cobaan yang dialami.

“Kepada masyarakat yang terkena musibah agar bersabar atas musibah ini, mudah-mudahan ini bisa cepat teratasi semuanya,” tuturnya.

Mengenai nasib selanjutnya para pedagang Pasar Terapung yang terkena musibah kebakaran, masih belum ada kejelasan. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Inhil, masih belum bisa memastikan di mana Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang korban kebakaran pasar yang juga memiliki nama Pasar Selodang Kelapa ini.

Menurut Plt Kepala Disperindag Inhil, Dhoan Dwi Anggara, pihaknya masih mencari alternatif TPS bagi pedagang, mengingat lokasi saat ini yang terbakar masih dalam penyelidikan dan harus disterilkan.

“Untuk tempat belum bisa dipastikan. Biasanya pedagang kalau ingin ditempatkan mau yang di situ lagi, padahal kita masih punya Pasar Kayu Jati, Pasar Santan Kelapa yang belum terfungsikan,” ungkap Dhoan.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved