Kampar

Kasus Pembakaran Lahan di Tambang Riau, Dilimpahkan Ke Kejari Kampar

Di pihak kepolisian proses pemeriksaan tersangka ini berlangsung selama kurun waktu kurang lebih satu bulan.

Kasus Pembakaran Lahan di Tambang Riau, Dilimpahkan Ke Kejari Kampar
Istimewa
Setelah Tim Penyidik Polsek Tambang melengkapi berkas perkara kasus tersebut dan telah dinyatakan diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Kampar, kemudian tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kampar, Rabu (14/8/2019) lalu. 

Kasus Pembakaran Lahan di Tambang Riau, Dilimpahkan Ke Kejari Kampar

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Tim penyidik Polsek Tambang limpahkan kasus pembakaran lahan beberapa waktu lalu dengan tersangka bernama Husin ke pihak Kejaksaan.

Penyerahan ini dilakukan karena telah rampungnya pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian dan perkara akan diteruskan ke pengadilan melalui Kejaksaan.

Di pihak kepolisian proses pemeriksaan tersangka ini berlangsung selama kurun waktu kurang lebih satu bulan.

Setelah Tim Penyidik Polsek Tambang melengkapi berkas perkara kasus tersebut dan telah dinyatakan diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Kampar, kemudian tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kampar, Rabu (14/8/2019) lalu.

Baca: BREAKING NEWS - Siang Ini Minggu 25 Agustus Kualitas Udara di Riau Tidak Sehat, Jarak Pandang Turun

Baca: Kebakaran Hutan di Riau, Pompa Mesin Mobil Damkar Meranti Rusak Dipaksa Angkut Air Laut

Husin merupakan tersangka yang kedapatan oleh petugas melakukan pembakaran lahan di Jalan PT. ON Desa Parit Baru Kecamatan Tambang pada Kamis (11/7) lalu.

Atas perbuatannya melakukan pembakaran lahan itu, Husin terpaksa berurusan dengan penegak hukum. Tersangka dijerat dengan Pasal 187 junto Pasal 188 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara diatas 6 tahun.

Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi, Minggu (25/8) mengatakan ini merupakan proses hukum lanjutan yang akan dilewati tersangka.

Jurfredi menghimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran pada saat membuka atau membersihkan lahan, karena selain berdampak luas terhadap lingkungan dan pencemaran udara, perbuatan ini juga diancam dengan pidana yang cukup berat.

"Mari kita jadikan hal ini sebagai pembelajaran bagi siapapun, agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan masalah serius", tutupnya. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved