Kepulauan Meranti

Kebakaran Hutan di Riau, Pompa Mesin Mobil Damkar Meranti Rusak Dipaksa Angkut Air Laut

Akibat memaksakan mobil Damkar untuk mengangkut air laut, pompa air mobil Damkar berakhir rusak.

Kebakaran Hutan di Riau, Pompa Mesin Mobil Damkar Meranti Rusak Dipaksa Angkut Air Laut
Istimewa
Tim BPBD angkut air alut untuk lakukan pemadaman di Desa Insit, Kepulauan Meranti. 

Kebakaran Hutan di Riau, Pompa Mesin Mobil Damkar Meranti Rusak Dipaksa Angkut Air Laut

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Persoalan ketersedian air menjadi kendala tim gabungan penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kepulauan Meranti.

Bahkan beberapa hari yang lalu di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat tim gabungan harus menggunakan air laut untuk memadamkan api yang ada di sana.

Namun usaha tersebut kembali menemukan kendala, dimana akibat memaksakan mobil Damkar untuk mengangkut air laut, pompa air mobil Damkar berakhir rusak.

Baca: BREAKING NEWS - Siang Ini Minggu 25 Agustus Kualitas Udara di Riau Tidak Sehat, Jarak Pandang Turun

Bahkan mobil Damkar juga sempat rudah dan tidak bisa beroperasi.

"Ada dua Mobil kita rusak, tapi satu sudah bisa jalan. Tapi tetap mesin pompanya rusak," ujar Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti M. Eddy Afrizal kepada tribun Minggu (25/8/2019).

Kerusakan dikatakan Eddy karena mesin pompa Damkar terus menyuplai air asin yang mengakibatkan bagian mesin ada yang pecah.

Saat ini satu mobil Damkar yang masih bisa beroperasi dibantu dengan alat pompa air Shibura yang digunakan untuk menyuplai air ke poly tank, karena pompa air dari mobil Damkar tidak bisa digunakan.

"Karena kita tidak mungkin berhenti, satu mobil tetap kita gunakan untuk mengangkut air. Kalau kita sempat berhenti api bisa muncul lagi," ujar Eddy.

Untuk saat ini dikatakan Eddy untuk wilayah Kepulauan Meranti ada 5 titik api yang berada di Kampung Balak, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Mersnti.

Bahkan untuk daerah tersebut tim gabungan juga mendapat bantuan dari tim Manggala Agni yang sudah turun beberapa hari yang lalu ke lokasi.

"Sampai saat ini tim gabungan dari BPBD, TNI, Kepolisian masih berada di dana. Manggala Agni juga sudah turun ke sana untuk membantu karena memang sudah beberapa hari api di Kampung Balak masih belum bisa padam," ujar Eddy.

Baca: Vicky Prasetyo, Duda Angel Lelga Dikabarkan Akan Menikahi Cinta Penelope

Terkait dengan koordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Riau, Eddy mengatakan sudah beberpaa kali melakukan koordinasi untuk meminta bantuan water booming, namun tampaknya masih belum bisa diturunkan ke Meranti karena daerah lain juga masih dalam kondisi yang genting.

"Saya sudah minta water bombing, tapi masih belum di respon, mungkin masih sibuk di Pelalawan sama siak." Pungkas Eddy. (tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved