Breaking News:

Pelatih Atletik Riau Datangi Manusia Tertinggi di Riau, Ingin Emen jadi Atlet Riau

Pelatih atletik Riau, Hasnor, mengunjungi pria setinggi 2,06 meter di Rohil. Setelah melihat posturnya, Hasnor menilai dia bisa menjadi atlet.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: rinaldi
TRIBUN PEKANBARU/SYAFRUDIN MIROHI
Armenda Jamil atau Emen yang berpostur 2,06 meter, bersama keluarganya saat dikunjungi pelatih atletik Riau, Hasnor NS, Sabtu (24/8) lalu. 

tribunpekanbaru.com - Armenda Jamil atau biasa disapa Emen, bisa jadi merupakan manusia tertinggi di Indonesia karena punya tinggi badan 2,06 meter. Dengan posturnya yang menjulang itu, Emen yang baru berusia 15 tahun itupun mendapat perhatian dari beberapa pelatih cabang olahraga di Riau.

Di antaranya pelatih atletik Riau, Hasnor NS. Pelatih senior yang mengantongi sertifikat dari Jerman ini, ditemani atletnya Aldian Trijatmiko, berkunjung ke rumah orangtua Emen di Desa Banjar 12 Desa Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau, Sabtu (24/8) lalu.

Kedatangan Hasnor langsung disambut keluarga besar Emen yakni Ayahnya Joko Kuswoyo (43), Ibunya Miharni (43), serta dua adiknya.

Apa sebenarnya yang membuat Hasnor datang ke Desa Sedinginan bertemu Emen? "Sebenarnya beginilah kami mencari bibit-bibit atlet untuk kami latih jadi atlet handal. Masuk ke luar kampung di Riau. Bukan sekali ini saja, tapi sudah berulang kali," kata Hasnor kepada Tribun, Minggu (25/8).

Di mata Hasnor yang juga pelatih atletik PPLP Dispora Riau ini, postur Emen memang langka. Tidak hanya tinggi 2,06 meter, dia juga punya tungkai kaki panjang yaitu 1,16 meter, rentang tangan 2,12 meter, serta berat 125 Kg.

"Posturnya memang langka. Panjang telapak kaki saja 36 cm. Panjang lengan 85 cm, belum lagi lebar bahunya 50 cm. Makanya bisa kita siapkan dia ini untuk menjadi seorang atlet, tapi harus kerja berat," tutur Hasnor.

Menurutnya, setelah melihat postur Emen secara utuh, pria 15 tahun itu bisa disiapkan sebagai atlet tolak peluru. Tapi Hasnor mengaku tidak bisa bekerja sendiri, harus dibantu dengan pihak terkait. Seperti tim medis, pihak pemerintah (Disdik/Dispora) untuk sekolahnya, serta pihak lain untuk pakaiannya sehari-hari.

"Pakaiannya harus ditempah (jahit sendiri), begitu pula sandal atau sepatunya. Tak ada size-nya. Makanya saya pribadi berharap ada kalangan dermawan yang mau membiayai. Karena kalau diharapkan orangtuanya, keluarganya tak mampu," paparnya.

Lebih dari itu, Hasnor berharap agar Emen bisa direkrut masuk PPLP Dispora Riau atau binaan KONI Riau. Sebab dia yakin, jika digembleng sesuai pola latihan dan nutrisi cukup, Emen bisa jadi atlet handal Riau ke depannya.

"Kalau sekarang badannya masih kurang nutrisi untuk dijadikan atlet," terang Hasnor, yang mengaku sampai semalaman ngobrol dengan keluarga Emen.

Hasnor juag mengaku sudah melaporkan tentang rencana perekrutan Emen kepada Dispora. "Sekarang kan dia baru kelas 1 SMAN 4 Tanah Putih Sedinginan. Masih banyak waktu kita untuk menjadikan dia atlet," tambahnya.

Gayung bersambut, Kepala Dispora Riau, Doni Aprialdi mengaku bangga dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pelatihnya dalam mencari bibit atlet. "Kita akan cari terus potensi generasi muda Riau di mana pun berada untuk tonjolkan potensi mereka. Siapa lagi yang mengangkat mereka kalau bukan kita," katanya.

Karena itu, jika ada yang menonjol di bidang dan atau cabor apa saja, Dispora Riau akan menjemput dan berkoordinasi dengan orangtua serta pemerintah setempat. Sehingga potensi mereka bisa diangkat ke permukaan.

"Kalau kita baca di media, sosok Emen memang langka. Jika memang menurut pelatih bisa dijadikan atlet, tentunya kita dukung penuh. Sebab sudah sejak lama kita ingin menjadikan Riau lumbung atlet nasional," sebut Doni. (saf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved