Sebelum Anarkis, Massa Jarah Sejumlah Toko di Papua, Indikasikan Adanya Skenario Tertentu

Aksi anarkis yang terjadi di Papua Barat pekan lalu ternyata sempat diawali penjarahan sejumlah barang-barang di beberapa toko di sana.

Sebelum Anarkis, Massa Jarah Sejumlah Toko di Papua, Indikasikan Adanya Skenario Tertentu
Kontributor Tribunnews/Banjir Ambarita
Mantan Kapolda Papua dan mantan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Paulus Waterpauw, utusan Mabes Polri untuk meresakan kasus kerusuhan di Papua, memberi penjelasan di Jayapura, Papua, Sabtu (24/8/2019) malam. 

Sebelum Anarkis, Massa Jarah Sejumlah Toko di Papua, Indikasikan Adanya Skenario Tertentu

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aksi anarkis yang terjadi di Papua Barat pekan lalu ternyata sempat diawali penjarahan sejumlah barang-barang di beberapa toko di sana.

Hal ini diungkapkan oleh utusan Mabes polri, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berada di Papua, Sabtu (24/8/2019).

"Yang menarik dari kejadian di Manokwari, sebelum kejadian pembakaran kantor DPR dan MRP Papua Barat, malam sebelumnya sudah terjadi aksi penjarahan pengambilan barang-barang di beberapa toko," ungkap Irjen Pol Paulus Waterpauw, di Jayapura.

Artinya, lanjut Waterpauw, peristiwa yang terjadi di Tanah Papua diduga adalah skenario dari kelompok tertentu yang melawan pemerintah untuk membuat kekacauan.

"Ini kan tidak wajar, biasanya penjarahan terjadi saat momen bersamaan dengan aksi demo atau keributan, dimana biasanya memanfaatkan situasi, untuk melakukan aksi kriminal," paparnya.

Waterpauw melanjutkan, aktor dibalik skenario membuat kekacauan di Tanah Papua, bukan kelompok sembarangan.

Namun yang memiliki kemampuan besar.

"Ini bukan kerjaan orang biasa, tapi orang yang punya kemampuan.

Di sini saya menduga ada kelompok keras yang melawan pemerintah dan mungkin berafiliasi dengan organisasi yang selama ini melawan negara di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved