Berita Riau

Sepuluh Pengendara Motor di Kampar Riau Kena Tilang Padahal Operasi Patuh 2019 Belum Dimulai

Sepuluh pengendara sepeda motor terjaring karena tidak menggunakan helm di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) di Jalan Ahmad Yani Bangkinang Kota

Sepuluh Pengendara Motor di Kampar Riau Kena Tilang Padahal Operasi Patuh 2019 Belum Dimulai
istimewa
Polisi menindak pelanggar lalulintas di di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Bangkinang Kota, Sabtu (24/8/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Jelang Operasi Patuh 2019 yang dimulai 29 Agustus 2019, jajaran Satlantas Polres Kampar menindak pelanggar lalulintas di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Bangkinang Kota, Sabtu (24/8/2019).

Ruas Jalan Ahmad Yani Kecamatan Bangkinang Kota telah ditetapkan sebagai KTL sejak beberapa bulan lalu melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kampar.

Penetapan KTL ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas pada lokasi yang ditetapkan. Diharapkan juga kawasan ini dapat menjadi percontohan untuk ketertiban berlalulintas di wilayah sekitarnya.

Dari aksi penertiban ini petugas menemukan sejumlah pelanggar di KTL didominasi oleh pengendara roda dua. Sepuluh pengendara sepeda motor terjaring karena tidak menggunakan helm dan dilakukan penilangan.

Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Fauzi menyampaikan, mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019 akan digelar Operasi Patuh Muara Takus 2019.

Fokus dari operasi tersebut adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pengemudi mobil yang tidak menggunakan safety belt, melebihi kecepatan dan yang melawan arus.

Sasaran lainnya, pengemudi yang masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM, pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendara, serta kendaraan yang menggunakan sirine dan lampu rotator tidak sesuai peruntukan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fauzi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tertib berlalulintas demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

"Mari kita menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas di jalan dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusian," imbuh Fauzi. (Tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved