Indragiri Hilir

BREAKING NEWS: Satu Orang Tewas Diterkam Harimau di Area PT Baraindo Pelangiran, Riau

Satu orang dilaporkan meninggal setelah menjadi korban penyerangan harimau sumatera

BREAKING NEWS: Satu Orang Tewas Diterkam Harimau di Area PT Baraindo Pelangiran, Riau
Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Yayasan Arsari
Ilustrasi - Harimau Sumatera 

Mardian melakukan perlawanan dengan cara menendang harimau tersebut sehingga harimau melepaskannya dari cengkraman.

"Selanjutnya Bujang langsung menyelamatkan Mardian dan meninggalkan TKP untuk menyelamatkan diri," pungkasnya.

Korban pun langsung di larikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Berdasarkan pantauan Tribun Pekanbaru di RSUD Puri Husada,

kondisi korban Mardian sangat memprihatinkan dengan luka berat di bagian wajah, kepala dan tubuh.

Sedangkan telinga korban nyaris putus dengan luka serius di bagian dada, punggung, lengan kiri dan kanan. 

Tahun 2018 lalu, kehadiran Harimau Sumatera di pemukiman warga juga menghebohkan Inhil. Harimau masuk ke pemukiman warga di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (14/11/2018) siang.

Kali ini binatang buas tersebut terlihat oleh warga dalam keadaan tersepit (terjebak) di antara dinding ruko milik warga.

 “Ada harimau terjebak di bangunan tepi laut, bangunan toke, harimau itu posisinya antara bangunan dan bangunan,” jelas Najib, seorang warga setempat.

 

Tidak lama setelah terjebak tersebut, dijelaskan Najib, warga sekitar yang penasaran pun beramai – ramai mendatangi lokasi untuk melihat.

Posisi harimau sumatera yang terjebak di antara ruko warga di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Inhil. Foto diunggah ke media sosial oleh netizen dengan nama akun Udo Ardi
Posisi harimau sumatera yang terjebak di antara ruko warga di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Inhil. Foto diunggah ke media sosial oleh netizen dengan nama akun Udo Ardi (Istimewa)

Tidak lama masyarakat ramai, dijelaskan Najib lagi, posisinya HS itu lari kebelakang bangunan diduga ingin mau melarikan diri.

Namun karena sepertinya ada pagar membuat si belang balik lagi memutar dari belakang dan akhirnya masuk lagi ke bawah bangunan (ruko) tersebut.

“Di bawah ruko. Namanya bangunan pinggir laut kan ada tiang pancang, posisinya sekarang masih dibawah situ. Pas posisi harimau itu masuk ke bawah itu, kami nampak, ramailah masyarakat nampak, memang kelihatan ada,” ungkap Najib.

Saat ini posisi HS terjebak di bawah ruko tersebut menjadi tontonan warga, sembari menunggu kedatangan Tim BBKSDA Riau untuk melakukan tindakan.

“Tadi ada nelpon, katanya mau kesini, ntah pakai helikopter ntah pakai apa ndak tau juga,” tuturnya. (Tribuntembilahan.com/T. Muhammad Fadhli)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved