Pertama Kali, Terpidana Divonis Hukum Kebiri Kimia, Kejari Mojokerto Tunggu Petunjuk Teknis

Kejaksaan Negeri Mojokerto menunggu petunjuk eksekusi Kebiri Kimia terhadap terpidana kekerasan seksual terhadap anak, Muh Aris (20).

Pertama Kali, Terpidana Divonis Hukum Kebiri Kimia, Kejari Mojokerto Tunggu Petunjuk Teknis
Shutterstock
Ilustrasi 

Pertama Kali, Terpidana Divonis Hukum Kebiri Kimia, Kejari Mojokerto Tunggu Petunjuk Teknis

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kejaksaan Negeri Mojokerto menunggu petunjuk eksekusi Kebiri Kimia terhadap terpidana kekerasan seksual terhadap anak, Muh Aris (20).

Petunjuk diminta karena ini merupakan eksekusi perdana yang dilakukan atas vonis hakim untuk melakukan kebiri kimia.

Kejari meminta petunjuk tentang teknis eksekusi hukuman tersebut kepada Kejati Jatim.

"Hukuman kebiri kimia baru pertama kali di Indonesia, dan belum ada juknisnya. Karena itu kami masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung, dikonfirmasi Minggu (25/8/2019) malam.

Baca: Tata Cara Mandi Taubat Hingga Niat Mandi Taubat Diikuti dengan Sholat Taubat Nasuha [VIDEO]

Baca: Niat Puasa Senin Kamis, Keutamaan Puasa Sunnah Senin Kamis & Hukum Puasa Senin Kamis [VIDEO]

Kejati Jatim menyebut hukuman kebiri kimia terhadap terpidana kasus kekerasan seksual anak di Mojokerto belum memiliki petunjuk teknis (Juknis).

"Sementara Kejati Jatim masih mengonsultasikan teknis eksekusi kepada Kejaksaan Agung," tambahnya.

Menurut Richard,  Muh Aris (20), pemuda asal Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, harus menjalani hukuman kebiri kimia setelah terbukti melakukan perkosaan terhadap 9 anak.

Berdasarkan putusan pengadilan, terpidana kasus pelecehan dan kekerasan anak itu juga harus mendekam di penjara selama 12 tahun.

Selain itu, dia juga dikenakan denda Rp 100 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Putusan pidana 12 tahun kurungan dan kebiri kimia terhadap Aris sudah inkrah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.

Vonis hukuman pidana bagi predator anak itu tertuang dalam Putusan PT Surabaya dengan nomor 695/PID.SUS/2019/PT SBY, tertanggal 18 Juli 2019.

Putusan itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Saat itu terdakwa divonis bersalah melanggar Pasal 76 D juncto Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Putusan majelis hakim terkait perkara yang menjerat Aris, tertuang dalam Putusan PNMojokerto Nomor 69/Pid.sus/2019/PN.Mjk, tertanggal 2 Mei 2019.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung", https://regional.kompas.com/read/2019/08/25/23004741/hukuman-kebiri-kimia-belum-ada-juknis-kejati-jatim-tunggu-petunjuk-jaksa

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved